Melarikan Diri dari Shaddadi: Kontroversi Jumlah Tahanan ISIS

ORBITINDONESIA.COM – Melarikan diri dari penjara Shaddadi, jumlah tahanan ISIS yang kabur menjadi perdebatan sengit antara SDF dan pemerintah Suriah.

Di tengah ketegangan politik dan militer di Suriah, berita tentang pelarian massal tahanan ISIS menambah kompleksitas situasi. SDF, pasukan yang didukung Kurdi dan menjadi sekutu strategis AS, mengklaim bahwa 1.500 anggota ISIS melarikan diri. Namun, pemerintah Suriah di bawah Presiden Ahmed al-Sharaa mengonfirmasi hanya 120 yang berhasil kabur.

Perbedaan klaim ini mencerminkan ketidakpercayaan yang mendalam antara SDF dan pemerintah Suriah. SDF, yang pernah berseteru dengan rezim Bashar al-Assad dan kini tetap bermusuhan dengan pemerintahan baru, berupaya menunjukkan kelemahan pemerintah Suriah. Sedangkan pemerintah al-Sharaa ingin menegaskan kontrol dan stabilitas negara pasca-konflik. Data menunjukkan bahwa penjara di wilayah konflik memang sering menjadi target pelarian massal akibat lemahnya pengawasan dan ketidakstabilan keamanan.

Ketidaksesuaian data pelarian ini dapat dilihat sebagai upaya masing-masing pihak untuk menjaga reputasi dan legitimasi di mata internasional. SDF mungkin ingin menyoroti ancaman ISIS yang terus-menerus sementara pemerintah al-Sharaa ingin menunjukkan bahwa mereka mampu mengendalikan situasi. Ini juga menyoroti tantangan dalam membangun kepercayaan di antara faksi-faksi yang pernah berkonflik.

Ketidakcocokan angka pelarian tahanan ISIS ini membuka pertanyaan lebih besar tentang masa depan stabilitas di Suriah. Apakah mungkin bagi SDF dan pemerintah al-Sharaa untuk akhirnya bekerja sama dalam memastikan keamanan nasional? Atau akankah perbedaan ini terus memperdalam jurang perpecahan di negara yang sudah terpecah belah? Refleksi ini penting untuk masa depan Suriah yang damai dan bersatu.

(Orbit dari berbagai sumber, 21 Januari 2026)