Inovasi Sintetis: Masa Depan Terapi Bakteriofag

ORBITINDONESIA.COM – Dalam upaya melawan infeksi bakteri resisten antibiotik, peneliti menemukan cara baru menggunakan bakteriophages sintetik untuk menyelamatkan nyawa.

Bakteriofag telah digunakan secara terapeutik untuk mengatasi penyakit bakteri infeksius selama lebih dari satu abad. Namun, dengan meningkatnya ancaman infeksi resisten antibiotik terhadap kesehatan masyarakat, minat terhadap bakteriofag sebagai solusi terapi kembali meningkat. Sayangnya, metode rekayasa strain yang melelahkan menghambat penemuan dan penciptaan strain terapeutik yang disesuaikan.

Peneliti dari New England Biolabs dan Universitas Yale telah menggambarkan sistem rekayasa bakteriofag sintetis pertama untuk Pseudomonas aeruginosa, bakteri resisten antibiotik yang menjadi perhatian global. Sistem ini difasilitasi oleh platform High-Complexity Golden Gate Assembly (HC-GGA) dari NEB, memungkinkan para peneliti merekayasa bakteriofag secara sintetis menggunakan data urutan daripada isolat bakteriofag. Ini merupakan lompatan teknologi dalam kesederhanaan, keamanan, dan kecepatan, membuka jalan bagi penemuan biologis dan pengembangan terapeutik.

Langkah ini mengubah tantangan lama dalam mengandalkan isolat fisik dan strain bakteri inang khusus. Metode ini menghilangkan kebutuhan untuk penyaringan yang melelahkan atau pengeditan iteratif yang diperlukan oleh metode rekayasa in-cell. Dengan kesederhanaan dan peningkatan keserbagunaan, metode Golden Gate untuk rekayasa bakteriofag secara dramatis menggeser kemungkinan bagi peneliti yang berdedikasi mengembangkan bakteriofag sebagai agen terapeutik melawan resistensi antibiotik.

Saat kita memasuki era baru dalam terapi bakteriofag, penemuan ini memberi harapan baru bagi metode pengobatan yang lebih efektif dan aman. Pertanyaan yang tersisa adalah bagaimana kita dapat memastikan akses global dan implementasi yang adil dari teknologi inovatif ini. Mampukah kita menjembatani kesenjangan antara penemuan ilmiah dan kebijakan kesehatan masyarakat yang efektif?

(Orbit dari berbagai sumber, 21 Januari 2026)