Diamnya Gibran Rakabuming: Sinyal Politik Era Hiper-Visual

ORBITINDONESIA.COM – Diamnya Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memicu spekulasi politik di kalangan publik dan media. Fenomena ini menyoroti bagaimana absennya pernyataan verbal bisa menjadi berita besar di era hiper-visual.

Diamnya Gibran dianggap sebagai sinyal politik yang merefleksikan perubahan dalam pola komunikasi pejabat publik. Publikasi dan media mengkaji setiap gerakan figur publik, bahkan ketika mereka memilih untuk tidak bergerak atau berbicara.

Gibran mewakili generasi baru dalam politik Indonesia, dimana setiap tindak-tanduknya, termasuk diamnya, menjadi sorotan. Ketika media sosial mendominasi penyebaran informasi, gestur kecil dan ekspresi wajah dapat memicu beragam tafsiran dan narasi baru.

Posisi Gibran sebagai figur amplified menunjukkan bagaimana nilai berita kini lebih dipengaruhi oleh posisi dan persepsi publik daripada sekadar pernyataan resmi. Publik lebih tertarik dengan apa yang tidak diungkapkan daripada yang diucapkan.

Refleksi atas fenomena ini menunjukkan bahwa komunikasi politik telah memasuki era baru. Bagaimana kita memahami sinyal diam dapat menentukan narasi politik masa depan. Pertanyaannya: siapkah kita menghadapi dinamika komunikasi politik yang semakin kompleks ini?

(Orbit dari berbagai sumber, 20 Januari 2026)