Musisi Hindia dan Aksi Kamisan: Lebih dari Sekadar Isu Lima Tahunan
ORBITINDONESIA.COM – Di tengah hiruk-pikuk Ibukota, Baskara Putra, atau Hindia, berdiri di antara massa Aksi Kamisan, menyuarakan kepedihan hati atas stigma sinis yang menyelimuti perjuangan panjang keluarga korban pelanggaran HAM. Aksi diam setiap Kamis yang telah berlangsung selama 19 tahun ini bukanlah sekadar isu politik musiman.
Aksi Kamisan telah menjadi simbol perlawanan terhadap pelanggaran HAM di Indonesia. Setiap minggu, keluarga korban berkumpul di depan Istana Merdeka, menuntut keadilan yang belum terwujud. Namun, komentar miring sering kali muncul, menuduh aksi ini sebagai alat politik menjelang pemilu.
Dalam orasinya, Baskara Putra mengungkapkan perasaannya terhadap narasi 'isu lima tahunan'. Ia merasa sakit hati membaca komentar tersebut. Baskara menegaskan bahwa perjuangan ini lebih dari sekadar politik; ini adalah perjuangan kemanusiaan yang harus didukung di mana saja, termasuk di ruang budaya populer.
Baskara menunjukkan bahwa seni dan aktivisme dapat berjalan beriringan. Melibatkan Ibu Sumarsih dalam album musiknya adalah bukti nyata. Seni bisa menjadi medium kuat untuk menyuarakan kebenaran dan mendukung perjuangan keadilan sosial.
Aksi Kamisan bukanlah sekadar isu politik, melainkan cerminan dari ketidakadilan yang masih harus diperjuangkan. Apakah kita siap untuk mendengar dan memahami jeritan hati mereka yang telah lama diabaikan? Mari bercermin dan beraksi, bukan hanya diam.
(Orbit dari berbagai sumber, 17 Januari 2026)