Thrifting: Tren Gaya dan Kesadaran Lingkungan Anak Muda Indonesia
ORBITINDONESIA.COM – Thrifting menjadi fenomena sosial di kalangan anak muda Indonesia, mengubah cara pandang terhadap fashion bekas dari stigma barang murah menjadi simbol gaya dan kesadaran lingkungan.
Di tengah maraknya fast fashion, thrifting muncul sebagai respons kritis anak muda terhadap konsumsi berlebihan dan limbah tekstil. Tren ini semakin populer sejak pandemi, didorong oleh media sosial yang menampilkan gaya unik dari pakaian preloved.
Data menunjukkan ada sekitar 980 ribu pedagang thrifting di Indonesia pada 2025. Thrifting bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga budaya, mirip dengan gerakan hippie di Barat yang menolak konsumsi berlebihan. Anak muda memanfaatkan thrifting untuk mengekspresikan identitas sosial melalui fashion vintage yang langka.
Thrifting menciptakan subkultur yang menempatkan anak muda sebagai bagian dari kelompok kreatif dan ramah lingkungan. Menurut teori sosial, ini adalah cara mereka membedakan diri dari konsumen fast fashion yang dianggap boros. Namun, ada risiko ketika thrifting menjadi arus utama, kehilangan esensi resistifnya.
Thrifting menunjukkan bagaimana generasi muda membangun identitas sosial melalui praktik budaya sehari-hari. Ke depan, tantangan utama adalah menjaga esensi kritis dan resistif dari subkultur ini di tengah integrasi ke budaya populer arus utama.
(Orbit dari berbagai sumber, 17 Januari 2026)