AI Menyentuh Kehidupan: Dilema Emosional di Film Esok Tanpa Ibu

ORBITINDONESIA.COM – Ketika teknologi menjadi pelipur lara, sejauh mana kita bisa bergantung padanya? Film Esok Tanpa Ibu menggambarkan perjuangan emosional Rama dengan ayahnya dan ketergantungannya pada AI setelah ibunya koma.

Teknologi, terutama kecerdasan buatan, semakin merasuk ke dalam kehidupan sehari-hari. Kasus Rama dalam film ini menggambarkan bagaimana AI bisa menjadi solusi sementara bagi masalah emosional. Namun, ini juga menimbulkan pertanyaan etis dan emosional tentang batas penggunaan teknologi.

Menurut data dari IDC, penggunaan AI dalam sektor kesehatan diprediksi meningkat pesat hingga 15% pada tahun 2025. Teknologi seperti i-BU menawarkan harapan baru, tetapi juga mengancam untuk menggantikan hubungan manusia yang sejati. Film ini menjadi refleksi dari tren global ini, menyoroti pro dan kontra dari ketergantungan pada teknologi.

Film ini mengundang kita untuk berpikir tentang cinta dan kehilangan dalam era digital. Apakah ketergantungan pada AI bisa menggantikan kehadiran fisik seseorang? Ini adalah pertanyaan yang harus kita hadapi sebagai masyarakat yang terus berkembang teknologi.

Esok Tanpa Ibu mengajak penonton untuk merenung: Sejauh mana kita siap membiarkan teknologi masuk ke dalam ranah paling intim dalam hidup kita? Pertanyaan ini bukan hanya untuk Rama, tetapi untuk kita semua yang hidup di zaman AI. Apakah kita siap menghadapi konsekuensi dari pilihan tersebut?