Kasus Korupsi Chromebook: Peran Google dan Pembelaan Nadiem

ORBITINDONESIA.COM – Google disebut dalam kasus korupsi pengadaan Chromebook, Nadiem Makarim bersikukuh tak ada konflik kepentingan.

Kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook yang melibatkan mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim kini memasuki babak baru. Tuntutan agar Google diperiksa dalam persidangan menjadi sorotan. Pengacara Nadiem menegaskan pentingnya klarifikasi dari pihak Google untuk menjernihkan tuduhan konflik kepentingan.

Google telah memberikan konfirmasi bahwa investasi mereka ke PT Aplikasi Karya Anak Bangsa terjadi sebelum Nadiem menjabat sebagai menteri. Fakta ini menjadi titik penting dalam membantah dakwaan bahwa Nadiem menyalahgunakan kewenangannya. Selain itu, Google menegaskan kapabilitas Chromebook yang dapat digunakan tanpa internet, menggarisbawahi kehandalan perangkat dalam pendidikan.

Kasus ini mencerminkan kompleksitas hubungan antara pemerintah dan raksasa teknologi. Tuduhan bahwa Nadiem mengarahkan pengadaan ke satu produk menimbulkan pertanyaan tentang integritas dan transparansi proses pengadaan. Namun, klarifikasi dari Google dan pembelaan dari pihak Nadiem memberikan perspektif lain yang patut dipertimbangkan, terutama tentang waktu dan konteks investasi.

Kasus ini menuntun kita pada refleksi mendalam mengenai integritas birokrasi dan kepercayaan publik. Apakah klarifikasi Google cukup untuk menegaskan tidak adanya konflik kepentingan? Masyarakat berharap sidang ini dapat membongkar kebenaran dan memberi pelajaran berharga mengenai akuntabilitas pejabat publik.

(Orbit dari berbagai sumber, 14 Januari 2026)