Mengenali dan Mengatasi Hubungan Toksik untuk Kesehatan Mental

ORBITINDONESIA.COM – Hubungan toksik kerap menjadi jebakan yang tak disadari, merongrong kesehatan mental secara perlahan namun pasti.

Hubungan toksik sering kali tidak disadari oleh korban yang terjebak dalam siklus emosional yang merugikan. Psikolog Fransisca Debi Oktavia mengungkapkan bahwa faktor-faktor seperti durasi hubungan dan kebiasaan yang terbentuk membuat seseorang sulit keluar dari situasi tersebut.

Fransisca menjelaskan bahwa dalam hubungan toksik, individu cenderung kehilangan jati diri dan meninggalkan hobi atau kebiasaan positif. Mereka terpaksa menyesuaikan diri demi memenuhi keinginan pasangan, mengabaikan kebutuhan batin sendiri. Akibatnya, interaksi sosial berkurang drastis dan produktivitas menurun.

Dukungan dari sistem pendukung yang positif sangat dibutuhkan untuk membantu korban menyadari dan keluar dari hubungan tidak sehat. Mengakui perasaan sendiri dan berhenti menyangkal adalah langkah awal yang krusial. Rasa sayang yang tersisa sering menjadi penghalang, namun menutup mata terhadap realitas hanya memperburuk kondisi mental jangka panjang.

Penting bagi setiap individu untuk mengevaluasi apakah hubungan mereka membawa kebaikan atau malah memudarkan diri. Menyadari dan bertindak terhadap tanda-tanda bahaya bisa menjadi langkah penyelamatan diri yang penting. Apakah kita lebih sering merasa takut atau nyaman saat bersama pasangan? Pertanyaan ini bisa menjadi awal refleksi yang membuka jalan keluar dari hubungan toksik.

(Orbit dari berbagai sumber, 13 Januari 2026)