Budaya Kerja Eksklusif di BlackBerry: Tantangan dan Tuntutan Hukum
ORBITINDONESIA.COM – Gugatan hukum terhadap BlackBerry Ltd. mencuatkan tuduhan adanya budaya kerja ‘boys’ club’ yang merugikan wanita dalam perusahaan teknologi ini.
Perusahaan teknologi terkemuka BlackBerry Ltd. tengah menghadapi gugatan hukum terkait dugaan budaya kerja yang tidak inklusif. Mantan eksekutif, Neelam Sandhu, mengklaim bahwa setidaknya tiga wanita dipecat setelah mengungkapkan kekhawatiran tentang lingkungan kerja yang mereka sebut sebagai 'boys’ club'.
Sebuah firma hukum internasional yang dikonsultasikan dalam kasus ini merekomendasikan berbagai langkah untuk memperbaiki budaya kerja di BlackBerry. Rekomendasi tersebut mencakup survei budaya kerja, audit kesetaraan gaji, dan pelatihan bias implisit. Namun, BlackBerry menolak tuduhan ini, menyatakan klaim tersebut tidak berdasar.
Kritikus menyoroti bahwa kasus ini mencerminkan masalah yang lebih luas dalam industri teknologi, yang seringkali didominasi oleh pria. Isu ini mengundang diskusi tentang pentingnya keragaman dan inklusi di tempat kerja, dan bagaimana perusahaan besar harus bertindak untuk mengatasi masalah ini.
Kasus ini belum diputuskan di pengadilan, namun ia menyoroti pentingnya transparansi dan perubahan budaya dalam perusahaan besar. Apakah BlackBerry dapat membuktikan tuduhan ini salah, atau apakah akan ada perubahan signifikan dalam cara perusahaan teknologi menangani keragaman dan inklusi?
(Orbit dari berbagai sumber, 11 Januari 2026)