Generasi Muda Jepang: Menggugat Definisi Baru Kerja
ORBITINDONESIA.COM – Di tengah hiruk-pikuk ekonomi, generasi muda Jepang memilih jalan baru dalam bekerja, menggugat tradisi yang telah lama mengakar.
Selama puluhan tahun, konsep pegawai setia yang berdedikasi seumur hidup menjadi simbol kesuksesan ekonomi Jepang. Namun, krisis ekonomi tahun 1990-an memicu perubahan besar. Sistem kerja seumur hidup mulai dipertanyakan oleh generasi milenial dan Gen Z yang mencari makna dalam pekerjaan mereka.
Data menunjukkan peningkatan pekerja non-reguler, menyumbang lebih dari sepertiga tenaga kerja. Menurut Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan, perpindahan kerja di bawah usia 35 tahun meningkat dua kali lipat sejak 2010. Fenomena 'quiet quitting' juga mencuat, di mana pekerja memenuhi tugas tetapi menolak budaya kerja berlebihan.
Generasi muda Jepang tidak menolak bekerja, tetapi menolak pengabdian buta. Mereka mencari kebebasan dan keseimbangan, mendefinisikan ulang ambisi melalui batasan yang tenang. Ini adalah gerakan diam-diam yang mengubah cara pandang terhadap loyalitas dan produktivitas.
Sistem kerja seumur hidup mungkin tidak segera hilang, tetapi pesonanya telah pudar. Generasi muda Jepang menunjukkan bahwa bekerja bisa menjadi lebih manusiawi, membiarkan angkatan kerja untuk bernapas dan memilih ritme hidup yang lebih lambat. Ini adalah perubahan yang tak terelakkan, menandai era baru dalam lanskap profesional Jepang.
(Orbit dari berbagai sumber, 11 Januari 2026)