Mengapa Budaya Kerja Buruk Menjadi Penyebab Utama Karyawan Keluar

ORBITINDONESIA.COM – Budaya kerja yang buruk menjadi akar masalah dari tingginya tingkat keluar-masuk karyawan dan produktivitas yang hilang. Menurut laporan Gallup, karyawan yang tidak terlibat secara efektif menyebabkan kerugian ekonomi global sebesar $8,9 triliun.

Pemimpin sering menyalahkan atasan yang buruk sebagai alasan utama karyawan meninggalkan pekerjaan. Namun, budaya organisasi yang buruk lebih sering menjadi penyebab utama. Budaya ini menciptakan lingkungan kerja yang tidak kondusif, memicu ketidakpuasan karyawan.

Menurut John Bostain dari Command Presence Leadership, investasi dalam budaya organisasi memberikan imbal hasil terbesar. Budaya yang kuat memudahkan proses rekrutmen dan meningkatkan retensi. Bostain menekankan pentingnya pelatihan kepemimpinan di semua tingkat organisasi.

Kepemimpinan sejati dimulai dari akuntabilitas pribadi. Pelatihan kepemimpinan seharusnya tidak hanya untuk eksekutif. Semua karyawan berhak mendapatkan pelatihan ini untuk mendorong rasa memiliki akan budaya yang mereka bangun bersama. Ini adalah investasi yang berharga bagi perusahaan.

Budaya kerja yang baik adalah fondasi kesuksesan organisasi. Pemimpin harus berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang aman secara psikologis. Tanpa ini, kreativitas dan inovasi tidak akan berkembang. Apakah kita siap untuk berinvestasi dalam budaya yang lebih baik? (Orbit dari berbagai sumber, 10 Januari 2026)