Budaya Kerja Ekstrem di Era Modern: Antara Produktivitas dan Kesehatan

ORBITINDONESIA.COM – Di tengah upaya global untuk menyeimbangkan kerja dan kehidupan, banyak perusahaan justru kembali ke rutinitas lama dengan jam kerja panjang dan tuntutan output yang tinggi.

Di Amerika Serikat, beberapa perusahaan mulai mengadopsi model kerja 996 dari China: bekerja dari pukul 9 pagi hingga 9 malam, enam hari seminggu. Model ini muncul di sektor teknologi dan manufaktur China pada awal 2010-an, dan kini menarik perhatian startup di Silicon Valley.

Meski bertujuan meningkatkan produktivitas, jam kerja ekstrem dapat berdampak buruk pada kesehatan. Studi menunjukkan risiko serangan jantung dan stroke meningkat pada mereka yang bekerja lebih dari 55 jam seminggu. Namun, tokoh seperti Elon Musk dan Mark Zuckerberg kerap memuji dedikasi pada jam kerja panjang sebagai kunci inovasi.

Beberapa CEO berpendapat bahwa dedikasi tanpa henti adalah harga yang harus dibayar demi kemajuan teknologi. Meski demikian, banyak pekerja mengalami burnout dan kelelahan ekstrem. Apakah produktivitas benar-benar harus mengorbankan kesejahteraan karyawan?

Di era modern ini, perlukah kita meninjau ulang definisi produktivitas? Apakah kemajuan harus dicapai dengan mengorbankan kesehatan mental dan fisik? Mungkin saatnya kita menilai kembali nilai kerja keras dan mencari keseimbangan yang lebih sehat.