Gaza: Perang Israel terhadap Anak-Anak Palestina Berlanjut Sementara Dunia Berpaling
ORBITINDONESIA.COM - Sementara dunia teralihkan oleh politik gangster Trump dan tontonan tanpa henti, Israel belum mengurangi tekanannya terhadap anak-anak Palestina — anak-anak yang tumbuh dewasa untuk membawa kenangan, trauma, dan perlawanan.
Ini bukan kebetulan. Ini adalah kebijakan.
Menurut Pusat Studi Tahanan Palestina, lebih dari 600 anak di bawah umur Palestina ditangkap pada tahun 2025 saja. Angka itu bukanlah anomali — itu adalah bagian dari pola brutal yang panjang.
Sejak 1967, lebih dari 55.000 anak Palestina telah ditangkap oleh pendudukan.
Sejak 7 Oktober 2023, situasinya memburuk secara dramatis. Penangkapan meningkat, begitu pula laporan tentang penyiksaan, pelecehan, dan perlakuan buruk yang semakin intensif. Anak-anak semuda 10 tahun diseret ke tahanan militer — beberapa sudah terluka pada saat penangkapan.
Banyak yang bahkan tidak didakwa. Sebaliknya, mereka dimasukkan ke dalam penahanan administratif, sebuah sistem yang dirancang untuk memenjarakan tanpa bukti, tanpa pengadilan, dan tanpa jangka waktu.
Masa kanak-kanak mereka dihapus oleh dokumen dan perintah militer.
Ratusan anak-anak ini telah ditolak pendidikannya, masa sekolah mereka dipersingkat oleh penangkapan, interogasi, dan hukuman panjang yang dijatuhkan oleh pengadilan militer yang tidak menawarkan keadilan sejati. Saat ini, sekitar 350 anak Palestina masih dipenjara, menanggung kondisi yang seharusnya tidak pernah dihadapi oleh seorang anak pun.
Di dalam penjara-penjara ini, anak-anak mengalami penyiksaan, kelaparan, pengabaian medis, dan penolakan kunjungan keluarga. Ini bukanlah keamanan. Ini bukanlah pembelaan diri. Ini adalah penghancuran psikologis dan fisik yang sistematis.
Dan dunia mengetahuinya.
Tetapi sementara kamera mengejar berita utama di tempat lain, anak-anak Palestina terus diproses melalui mesin yang dirancang untuk menghancurkan mereka sejak dini — karena seorang anak yang tumbuh tanpa hancur adalah ancaman masa depan bagi pendudukan.
Beginilah perlawanan lahir: bukan dalam ideologi, tetapi dalam masa kanak-kanak yang dicuri.
Dan sejarah jelas — ketika Anda mengurung anak-anak, Anda tidak mengakhiri perlawanan.
Anda justru menjaminnya.***