Konflik Diplomatik Eropa-AS: Tantangan Baru NATO
ORBITINDONESIA.COM – Ketegangan diplomatik antara Eropa dan Amerika Serikat memuncak dengan kritik tajam dari Prancis dan Jerman terhadap kebijakan luar negeri Presiden Donald Trump.
Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier dan Presiden Prancis Emmanuel Macron mengkritik keras AS yang dianggap mengabaikan aturan internasional. Mereka memandang tindakan AS dapat mengancam stabilitas global dan mengubah dunia menjadi sarang penyamun.
Steinmeier memperingatkan tentang runtuhnya tatanan dunia pasca-Perang Dunia II. Macron menekankan pentingnya otonomi strategis Eropa dan mempertahankan kedaulatan digital. Aksi AS di Venezuela dan ambisi merebut Greenland memicu kekhawatiran lebih lanjut di Eropa.
Kritik ini mencerminkan kegelisahan Eropa terhadap dominasi AS dan kebutuhan untuk mengurangi ketergantungan. Eropa ingin menentukan nasibnya sendiri, menghadapi ancaman global dengan kebijakan independen.
Ketegangan diplomatik ini membuka pertanyaan tentang masa depan aliansi transatlantik. Apakah NATO mampu bertahan dalam perubahan geopolitik ini, atau akankah Eropa mencari jalan baru demi kedaulatan dan stabilitas global?
(Orbit dari berbagai sumber, 10 Januari 2026)