Ketegangan NATO: Trump, Greenland, dan Solidaritas Eropa

ORBITINDONESIA.COM – Rencana Donald Trump untuk menguasai Greenland memicu respons keras dari pemimpin Eropa, menyoroti ancaman terhadap kedaulatan dan stabilitas NATO.

Sejumlah pemimpin Eropa mengeluarkan pernyataan keras menentang rencana Presiden AS Donald Trump untuk menguasai Greenland. Greenland, wilayah semi-otonom Denmark, menjadi pusat perhatian geopolitik setelah Trump menyatakan keinginannya untuk menguasai pulau kaya mineral di Arktik tersebut. Langkah ini menimbulkan kekhawatiran tentang stabilitas keamanan transatlantik.

Pernyataan bersama dari para pemimpin Eropa, termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Friedrich Merz, menegaskan pentingnya keamanan Arktik yang dicapai secara kolektif dengan menghormati prinsip-prinsip Piagam PBB. Ketegangan ini muncul setelah serangan AS ke Venezuela, yang menambah kekhawatiran terhadap tindakan unilateral AS di wilayah lain, termasuk Greenland.

Langkah Trump dianggap sebagai ancaman terhadap integritas teritorial dan prinsip-prinsip kedaulatan yang dijunjung tinggi dalam Piagam PBB. Pernyataan PM Denmark Mette Frederiksen bahwa pencaplokan Greenland bisa mengakhiri NATO, menandakan risiko besar bagi aliansi keamanan transatlantik yang sudah berusia puluhan tahun. Solidaritas Eropa menunjukkan bahwa meski AS adalah sekutu penting, kedaulatan tidak boleh dikorbankan.

Ketegangan ini menguji batas-batas diplomasi internasional dan komitmen terhadap aliansi. Apakah langkah AS ini akan mendorong reformasi di NATO atau justru melemahkan aliansi tersebut? Pertanyaan ini menjadi refleksi bagi komunitas internasional dalam menghadapi dinamika geopolitik yang kian kompleks.

(Orbit dari berbagai sumber, 7 Januari 2026)