Facebook, Jejaring Sosial Orang Dewasa yang Paling Banyak Disensor dalam Hal Gaza
ORBITINDONESIA.COM - Facebook bukan sembarang jejaring sosial: ini adalah benteng digital orang dewasa dengan kekuasaan nyata—politik, ekonomi, dan pengambilan keputusan—di negara mereka, dengan penggunaan harian yang dominan di kalangan orang berusia 30 hingga 64 tahun (Pew Research Center, 2025).
Tidak seperti TikTok dan Instagram, yang lebih berorientasi pada kaum muda dan memiliki sensor politik yang relatif terbatas, Facebook memusatkan para pengambil keputusan yang mengonsumsi informasi penting.
Karena alasan ini, kebijakan moderasi Meta terhadap Gaza sangat tidak bermoral, karena mereka memperlakukan pengguna dewasa seolah-olah mereka masih di bawah umur.
Human Rights Watch (2023) dan 7amleh (2024–2025) mendokumentasikan sensor sistemik: unggahan damai tentang Palestina, laporan kejahatan perang, dan bukti genosida dihapus, diturunkan peringkatnya secara algoritmik, atau dikenai shadowbanning di Facebook dan Instagram.
Lebih lanjut, kebocoran berdasarkan dokumen internal Meta, yang diberikan oleh informan dari dalam perusahaan, mengungkapkan bahwa Meta menyetujui sekitar 94% permintaan penghapusan konten yang dikeluarkan oleh otoritas Israel sejak Oktober 2023.
Data ini diperoleh dan dipublikasikan oleh jurnalis investigasi di Drop Site News dan kemudian dikompilasi dan disebarluaskan oleh Business & Human Rights Resource Centre, yang menunjukkan bahwa puluhan ribu unggahan di seluruh dunia terpengaruh.
Sebaliknya, ujaran kebencian anti-Palestina beredar dengan permisivitas yang jauh lebih besar, sementara TikTok menerapkan pembatasan yang relatif minimal.
Sensor ini bukanlah netral atau kebetulan: ia melindungi struktur kekuasaan, membentuk narasi dominan, dan memblokir akses ke informasi penting bagi orang dewasa yang aktif secara analitis dan politik.
Singkatnya, Facebook tidak hanya membungkam suara: ia secara aktif campur tangan dalam pembentukan persepsi global tentang genosida di Gaza, membatasi audiens dewasanya dalam gelembung informasi yang dikelola dengan cermat.
(Sumber: Palestinian Historiographical Research) ***