Inggris Khawatir Hotel Mewah Milik China di Siprus Digunakan untuk Memata-matai Pangkalan Udara RAF Akrotiri

Hotel City of Dreams Mediterranean.

Hotel City of Dreams Mediterranean.

Tech Life

ORBITINDONESIA.COM - The Telegraph melaporkan bahwa sumber intelijen dan militer Inggris khawatir sebuah hotel mewah milik China di Siprus dapat digunakan oleh mata-mata asing untuk mengawasi RAF Akrotiri, salah satu pangkalan luar negeri terpenting Inggris.

City of Dreams Mediterranean terletak tepat di tepi area pangkalan kedaulatan Inggris dekat Limassol.

Dibuka pada tahun 2023, resor berbentuk piramida 16 lantai ini menjulang di atas lanskap dan berbatasan dengan pangkalan di dua sisi.

Dari lantai atasnya, terutama suite presiden yang terbatas, seseorang dengan teropong dapat dengan mudah melihat pesawat lepas landas dan mendarat, pasukan yang bergerak, tiang-tiang dan aktivitas lainnya.

Hotel ini milik Melco Resorts, yang dipimpin oleh miliarder Kanada-China Lawrence Ho, yang duduk di Komite Nasional Konferensi Konsultatif Politik Rakyat China.

Sumber mengatakan Beijing hampir pasti ingin memanfaatkan pos pengamatan yang sempurna seperti itu. Tidak ada dugaan kesalahan yang dilakukan oleh Tuan Ho atau hotel itu sendiri.

Seorang juru bicara mengatakan resor tersebut murni untuk pariwisata dan klaim lainnya sama sekali tidak berdasar.

Pangkalan Udara RAF Akrotiri sangat penting bagi operasi Inggris di Timur Tengah dan berfungsi sebagai pos transit utama bagi Amerika Serikat.

Pangkalan ini menampung pesawat canggih termasuk pesawat tempur siluman F35 dan pesawat mata-mata U2. Pada awal konflik Iran baru-baru ini, sebuah drone yang terkait dengan Teheran menyerang operasi U2 di pangkalan tersebut.

Bulan lalu, warga negara ganda Inggris-Azerbaijan, Rashad Sultanov, ditangkap karena dicurigai memata-matai Iran dengan memantau pergerakan jet tempur di sana. Ia ditahan menunggu ekstradisi.

Sumber-sumber mencatat bahwa dari hotel tersebut, mata-mata dapat mengumpulkan pola pergerakan, tingkat penerbangan, rutinitas keamanan, dan konfirmasi visual penerbangan.

Kekhawatiran serupa telah muncul di tempat lain terkait properti yang terkait dengan Tiongkok di dekat lokasi militer di AS dan Swiss.

Kementerian Pertahanan mengatakan pangkalan tersebut memiliki keamanan berlapis yang kuat dan terus ditinjau, tetapi tidak memberikan rinciannya. ***