Dialog Bipartit: Solusi Terabaikan dalam Polemik Upah Minimum
ORBITINDONESIA.COM – Peningkatan UMP Jakarta menjadi Rp5,72 juta kembali memicu polemik, mengingat kemampuan perusahaan yang bervariasi dan mekanisme dialog yang minim.
Polemik penetapan upah minimum menjadi isu tahunan yang tak kunjung usai. Kebijakan pengupahan yang berfokus pada angka UMP menyisakan ketidakpuasan di kalangan pengusaha. Mereka menilai pendekatan ini tidak mencerminkan kondisi riil setiap perusahaan yang memiliki kemampuan berbeda-beda.
Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo, Bob Azam, menyoroti minimnya dialog langsung antara manajemen dan pekerja. Menurutnya, komunikasi bipartit lebih akurat dalam mencerminkan kondisi keuangan perusahaan dan kebutuhan pekerja. Data menunjukkan bahwa beberapa perusahaan mampu membayar lebih dari ketentuan UMP, namun kebijakan yang mendorong dialog bipartit masih kurang diperhatikan.
Pemerintah daerah didesak untuk memperkuat kebijakan pengupahan berbasis dialog bipartit daripada terpaku pada angka UMP. Pendekatan ini diyakini dapat menyelesaikan polemik upah tahunan. Sayangnya, kurangnya kebijakan yang mendukung mekanisme ini membuat polemik upah terus berulang tanpa solusi jangka panjang.
Dialog bipartit adalah instrumen penting yang terlupakan dalam pengaturan upah. Dengan memperkuat komunikasi langsung di tingkat perusahaan, diharapkan polemik upah minimum dapat diatasi secara efektif. Apakah pemerintah siap untuk mengubah fokus kebijakan dan mengedepankan dialog? Ini adalah pertanyaan yang harus dijawab untuk masa depan pengupahan yang lebih baik.
(Orbit dari berbagai sumber, 27 Desember 2025)