Antusias Siswa Al Lathif Islamic School Sambut Festival Literasi, Budaya Membaca Terus Diperkuat
Ketika gawai menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan generasi muda, sekelompok pelajar di Al Lathif Islamic International School justru menunjukkan antusiasme yang berbeda. Undangan untuk mengikuti Festival Literasi yang diselenggarakan Dinas Arsip dan Perpustakaan di Kota Bandung pada 29–31 Juli 2026 disambut dengan semangat tinggi oleh para siswa MTS dan MA.
Sejak undangan kegiatan diterima pihak sekolah, puluhan siswa menyatakan kesediaannya untuk hadir.
Bagi mereka, festival literasi bukan sekadar agenda seremonial, melainkan kesempatan untuk bertemu dengan penulis, pegiat literasi, komunitas membaca, serta memperluas wawasan melalui beragam kegiatan edukatif.
Antusiasme tersebut tidak hadir tanpa alasan. Di Al Lathif Islamic International School, budaya literasi telah menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran.
Di luar kegiatan akademik, sekolah memiliki ekstrakurikuler literasi yang secara konsisten membimbing siswa mengembangkan kemampuan membaca, menulis, berpikir kritis, sekaligus berani menyampaikan gagasan melalui karya.
Program tersebut dimentori oleh penulis dan penggerak literasi Bandung, Ririe Aiko, yang selama ini aktif mendampingi para siswa menghasilkan karya tulis. Pendampingan dilakukan secara bertahap, mulai dari membangun kebiasaan membaca, mengolah ide, hingga menyusun naskah yang layak diterbitkan.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Sejumlah siswa Al Lathif sudah berhasil menerbitkan buku antalogi cerpen pada akhir tahun 2025. Pencapaian itu menjadi bukti bahwa budaya membaca yang dipupuk sejak dini mampu melahirkan karya nyata sekaligus meningkatkan rasa percaya diri peserta didik.
Komitmen terhadap penguatan literasi juga mendapat dukungan penuh dari Kepala Sekolah Al Lathif Islamic International School, Dr. Hj. Sri Tubilah Noor. Menurutnya, kemampuan literasi merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang mampu berpikir kritis, memiliki karakter kuat, serta siap menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai keislaman.
Sebagai sekolah yang mengintegrasikan Kurikulum Nasional, Tahfiz dan Cambridge, Al Lathif menempatkan literasi sebagai salah satu pilar pendidikan. Sekolah tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga mendorong lahirnya generasi yang gemar membaca, produktif menulis, menguasai teknologi secara bijak, memiliki jiwa kepemimpinan, serta berakhlak mulia dan mencintai Al-Qur'an.
Di tengah kekhawatiran menurunnya minat baca akibat masifnya penggunaan media digital, antusiasme siswa Al Lathif menghadiri Festival Literasi menjadi gambaran bahwa budaya membaca masih dapat tumbuh apabila dibangun melalui ekosistem yang mendukung.
Bagi Al Lathif Islamic International School, literasi bukan sekadar kemampuan memahami teks. Literasi adalah cara membangun nalar, membentuk karakter, serta menyiapkan generasi yang mampu berkarya dan memberi manfaat bagi masyarakat. Melalui partisipasi dalam Festival Literasi, sekolah berharap semangat membaca dan menulis terus menyebar, tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di tengah masyarakat yang semakin akrab dengan dunia digital.