Nasihat Investasi Tom King: “Investasi Itu Sederhana, Tidak Mudah”

ORBITINDONESIA.COM – Nasihat investasi Tom King terdengar seperti mantra olahraga: “sailing is simple, not easy”. Kalimat itu ia pinjam dari Victor Kovalenko, pelatih kepala layar Olimpiade Australia yang mengantar tujuh emas, termasuk emas King di Sydney 2000.

Di pasar, publik sering mencari trik cepat: saham apa yang “akan terbang”, sektor mana yang “pasti cuan”, atau sinyal apa yang “paling akurat”. Padahal, seperti layar, investasi bergerak di medan yang sama-sama berubah: angin, arus, dan cuaca yang tak bisa dikendalikan.

Tom King kini menjadi chief investment officer di Nanuk Asset Management, berpindah dari arena Olimpiade ke arena kapital. Perpindahan itu menegaskan satu hal: disiplin keputusan lebih menentukan daripada kehebatan menebak.

Frasa “sederhana, tidak mudah” memisahkan prinsip dari praktik. Prinsip investasi relatif jelas: pahami risiko, diversifikasi, pegang horizon waktu, dan hindari keputusan emosional.

Yang tidak mudah adalah konsistensi menjalankan prinsip itu saat pasar memancing ketakutan dan keserakahan. Dalam olahraga, tekanan datang dari detik dan lawan; dalam investasi, tekanan datang dari grafik merah, berita buruk, dan FOMO.

Secara historis, investor yang paling sering “mengutak-atik layar” cenderung membayar mahal lewat biaya transaksi dan keputusan tergesa-gesa. Berbagai riset perilaku investor—termasuk temuan klasik tentang overconfidence dan panic selling—berulang kali menunjukkan bahwa kesalahan terbesar muncul saat volatilitas tinggi.

Di titik ini, analogi layar menjadi tajam. Pelaut tidak bisa memerintah angin, tetapi bisa mengatur layar; investor tidak bisa memerintah pasar, tetapi bisa mengatur eksposur dan batas risiko.

Keberhasilan Kovalenko meraih tujuh emas juga mengingatkan bahwa sistem mengalahkan momen. Medali bukan hasil satu start sempurna, melainkan hasil latihan, evaluasi, dan koreksi kecil yang dilakukan berkali-kali.

Dalam investasi, “latihan” itu berbentuk proses: tesis yang tertulis, kriteria beli-jual, dan disiplin rebalancing. Ketika proses kuat, hasil menjadi turunan, bukan perjudian.

Nasihat investasi Tom King layak dibaca sebagai kritik terhadap budaya pasar yang memuja prediksi. Terlalu banyak narasi investasi menjanjikan kepastian, seolah risiko bisa dihapus dengan satu indikator.

Kalimat Kovalenko justru menempatkan ketidakpastian sebagai kondisi normal, bukan gangguan. Yang perlu dipertanyakan bukan “apa yang akan terjadi besok”, melainkan “seberapa siap portofolio saya jika yang terjadi justru sebaliknya”.

Ada sisi tidak nyaman dari nasihat ini: ia menolak sensasi. Namun justru di situlah kualitasnya, karena investor ritel paling sering kalah bukan oleh kurangnya informasi, melainkan oleh kurangnya ketenangan.

Jika olahraga mengajari King tentang fokus pada hal yang bisa dikendalikan, investasi menuntut penerjemahan fokus itu ke dalam angka. Risiko, likuiditas, dan valuasi adalah “tali-temali” yang harus dirawat, bukan dekorasi teori.

“Investasi itu sederhana, tidak mudah” terdengar seperti kalimat pendek, tetapi isinya panjang: menahan diri, memelihara proses, dan menerima bahwa ketidakpastian tidak pernah hilang. Pelajaran dari layar Olimpiade mengingatkan bahwa kemenangan sering datang dari keputusan kecil yang benar, diulang saat kondisi tidak bersahabat.

Pertanyaannya kini bergeser dari mencari ramalan menjadi membangun kebiasaan: apakah kita berinvestasi untuk terlihat pintar hari ini, atau untuk tetap waras dan bertahan besok. Pada akhirnya, pasar mungkin berubah arah, tetapi disiplin adalah kompas yang bisa kita pilih untuk tidak ditinggalkan.

(Orbit dari berbagai sumber, 12 September 2026)