Starbucks dan Boyu: Menyusuri Jalan Baru di Pasar China

ORBITINDONESIA.COM – Starbucks menggandeng Boyu Capital dalam langkah strategis senilai $4 miliar untuk menaklukkan pasar kopi China yang penuh tantangan.

Pasar China adalah medan persaingan sengit bagi Starbucks. Setelah pandemi dan bangkitnya pesaing lokal, perusahaan ini mencari mitra untuk menguatkan posisinya. Dengan 8,000 lokasi di China, Starbucks menghadapi penurunan penjualan dan persaingan harga dari Luckin Coffee.

Pada tahun 2015, China menjadi pasar terbesar kedua bagi Starbucks. Kini, perusahaan harus beradaptasi dengan perubahan. Kerja sama dengan Boyu menawarkan peluang untuk mengencangkan strategi dan menambah gerai hingga 30,000. Namun, tantangan ekonomi dan persaingan lokal tetap menjadi rintangan besar.

Starbucks harus berpikir ulang tentang pendekatannya di China. Kerja sama ini bisa menjadi titik balik atau sekadar solusi jangka pendek. Apakah Starbucks dapat mempertahankan esensi mereknya sambil bersaing dengan harga yang lebih rendah?

Langkah strategis ini menandai babak baru bagi Starbucks di China. Apakah ini akan mengubah permainan atau sekadar pertaruhan mahal? Hanya waktu yang akan membuktikan. Namun, ini adalah pelajaran bagi perusahaan global tentang pentingnya adaptasi dan inovasi di pasar asing.

(Orbit dari berbagai sumber, 13 Desember 2025)