Konflik Budaya dan Bonus di Balik Klaim Bullying Metcash

ORBITINDONESIA.COM – Dua eksekutif keuangan Metcash mengklaim telah dibully oleh CFO asal Afrika Selatan di tengah benturan budaya dan perselisihan bonus di kantor Sydney.

Metcash, pemasok grosir besar di Australia, menghadapi tuduhan berat dari dua mantan eksekutif keuangannya. Greg Buxton dan Delia Sparkes mengajukan klaim terhadap CFO saat ini, Deepa Sita, yang baru bergabung pada 2024. Tuduhan ini muncul setelah serangkaian benturan budaya yang diduga disertai intimidasi dan agresi di tempat kerja.

Beroperasi di pasar yang kompetitif, Metcash melaporkan penurunan laba bersih sebesar 2,4% pada pertengahan tahun fiskal 2025. Meskipun penjualan meningkat, tekanan dari pesaing seperti Coles dan Woolworths tetap signifikan. Namun, saham Metcash naik 22,4% tahun ini, menandakan kepercayaan investor meski ada kontroversi internal.

Klaim intimidasi ini membuka diskusi penting tentang bagaimana perbedaan budaya dapat mempengaruhi dinamika profesional. Ketidakmampuan menyesuaikan diri dengan praktik kerja lokal oleh seorang eksekutif senior dapat memicu ketegangan yang merugikan. Ini menjadi pengingat pentingnya adaptasi dan komunikasi lintas budaya dalam bisnis global.

Tuduhan terhadap Metcash menggugah refleksi tentang kompleksitas manajemen lintas budaya di perusahaan multinasional. Apakah insiden ini akan memacu perubahan budaya yang lebih inklusif, atau justru memperkuat garis-garis perpecahan? Hanya waktu yang akan menjawab.

(Orbit dari berbagai sumber, 12 Desember 2025)