Budaya Kerja Beracun di Global Center on Adaptation Terungkap
ORBITINDONESIA.COM – Mantan pegawai Global Center on Adaptation (GCA) di Rotterdam mengungkap budaya kerja beracun yang ditandai intimidasi dan penghinaan publik.
GCA didirikan pada 2017 untuk menghubungkan sains iklim dengan solusi praktis, didanai oleh pemerintah Belanda dan negara lain. Namun, lebih dari 20 mantan staf mengklaim organisasi ini dikelola oleh 'alpha males' yang menciptakan atmosfer kerja yang menekan.
Direktur Patrick Verkooijen membantah tuduhan tersebut, meskipun mengakui bahwa nada bicaranya bisa tajam. Mantan staf mengungkapkan bahwa mereka sering diberi tugas 'mustahil' dan dipermalukan saat gagal. Hal ini berdampak negatif pada kesehatan mental dan kepercayaan diri mereka.
Pernyataan Verkooijen bahwa pendekatannya didorong oleh hasil kerja menunjukkan fokus yang mungkin mengabaikan kesejahteraan karyawan. Hubungannya dengan tokoh terkenal seperti Ban Ki-moon menambah tekanan bagi staf. Ini menimbulkan pertanyaan tentang keseimbangan kekuasaan dan tanggung jawab etis dalam kepemimpinan.
Kasus ini mengingatkan kita pentingnya lingkungan kerja yang sehat dan inklusif. Apakah hasil akhir lebih penting daripada kesejahteraan karyawan? Refleksi mendalam dan tindakan nyata diperlukan agar organisasi seperti GCA dapat benar-benar berfungsi sebagai agen perubahan positif.
(Orbit dari berbagai sumber, 6 November 2025)