Deepika Padukone dan Polemik Jam Kerja Bollywood: Sorotan Baru

ORBITINDONESIA.COM – Deepika Padukone memicu perdebatan hangat tentang jam kerja dalam industri film India, menyoroti ketidakadilan gender dan normalisasi kelelahan.

Deepika Padukone baru-baru ini mempertanyakan norma kerja 12 jam di Bollywood. Ia mengungkapkan bahwa banyak aktor pria terkemuka hanya bekerja delapan jam tanpa sorotan media. Pernyataan ini memicu diskusi tentang budaya kerja, bias gender, dan kelelahan yang dianggap lumrah di industri film India.

Veteran Bollywood, Himani Shivpuri, mengungkapkan bahwa jam kerja fleksibel sudah menjadi kebiasaan lama di dunia hiburan. Dia menekankan pentingnya pembatasan jam kerja, terutama bagi wanita yang menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan karier dan kehidupan pribadi. Sementara itu, produser seperti Prerna Arora berpendapat bahwa fleksibilitas jam kerja diperlukan untuk memenuhi tuntutan produksi.

Rani Chatterjee, yang aktif di industri film regional, juga mendukung pembatasan jam kerja. Dia menyoroti kurangnya perubahan struktural dalam industri film regional dan tantangan yang dihadapi oleh wanita, terutama ibu baru. Namun, produser berpendapat bahwa pembatasan jam kerja bisa memperlambat produksi dan meningkatkan biaya.

Walaupun pandangan berbeda mengenai jam kerja, pernyataan Deepika Padukone telah membuka perbincangan penting tentang kesejahteraan di tempat kerja dalam industri hiburan. Ini adalah seruan untuk memperhatikan martabat pekerjaan dan keseimbangan hidup, yang kini menjadi gerakan yang tidak bisa diabaikan.

(Orbit dari berbagai sumber, 5 November 2025)