Generasi Z dan Transformasi Investasi: Tantangan dan Peluang

ORBITINDONESIA.COM – Generasi Z mengubah paradigma investasi dengan pendekatan mandiri, mengutamakan teknologi dan transparansi dibandingkan nasihat tradisional.

Anak muda yang memasuki dunia dewasa saat ini memiliki prioritas berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Dari cara mereka mengonsumsi media hingga cara mereka mengelola keuangan, perubahan ini menjadi tantangan bagi industri jasa keuangan yang harus beradaptasi.

Menurut penelitian SIFMA dan KPMG, Gen Z lebih percaya pada platform investasi mandiri dibandingkan penasihat keuangan profesional. Teknologi telah mempermudah akses investasi, namun juga membawa risiko tersendiri. Stifel CEO Ronald Kruszewski menyatakan bahwa akses tidak terbatas ini dapat mengaburkan batas antara investasi dan hiburan, meningkatkan risiko perilaku seperti berjudi.

Fenomena ini menunjukkan bahwa Gen Z mencari pengalaman yang lebih transparan dan terintegrasi secara digital dalam investasi mereka. Namun, meski teknologi menawarkan kemudahan, profesional di bidang keuangan harus memastikan bahwa investor muda ini sadar akan risiko yang ada. Tanpa bimbingan yang tepat, akses teknologi bisa menjadi pedang bermata dua.

Generasi Z memiliki potensi besar untuk mengubah lanskap investasi global. Namun, penting bagi mereka untuk membedakan antara investasi yang cerdas dan sekadar hiburan. Mungkin sudah saatnya bagi para penasihat keuangan untuk mengadopsi pendekatan yang lebih kolaboratif dan edukatif, sehingga mereka dapat membimbing generasi ini menuju masa depan finansial yang lebih stabil.

(Orbit dari berbagai sumber, 1 November 2025)