Tekanan di Balik Gaji Tinggi: Insinyur Muda Mundur Tanpa Rencana

ORBITINDONESIA.COM – Seorang insinyur muda meninggalkan pekerjaan bergaji hampir $100k karena lingkungan kerja yang beracun dan beban kerja yang tak tertahankan.

Di usia 23 tahun, banyak yang menganggap mendapatkan gaji tinggi adalah pencapaian besar. Namun, bagi seorang insinyur ini, gaji besar tidak sebanding dengan tekanan mental dan fisik yang harus dia alami. Ia merasa terjebak dalam lingkungan kerja yang tidak mendukung, dengan manajer yang bekerja dari jarak jauh dan minimnya pelatihan serta dukungan.

Tren ini tidak jarang terjadi di industri teknologi, di mana tuntutan pekerjaan sering kali tidak sebanding dengan sumber daya yang tersedia. Tekanan bertambah ketika tim tidak berkembang sejalan dengan peningkatan proyek, yang mengakibatkan stres dan kelelahan. Data menunjukkan bahwa banyak profesional muda mengalami burnout sebelum mencapai usia 30 tahun.

Keputusan insinyur ini untuk mundur tanpa rencana cadangan memunculkan berbagai reaksi dari publik. Beberapa mengkritik langkahnya sebagai tindakan yang gegabah, sementara yang lain melihatnya sebagai pembelaan diri terhadap lingkungan kerja yang beracun. Ini memicu diskusi tentang pentingnya kesehatan mental di tempat kerja dan bagaimana perusahaan perlu berinvestasi lebih dalam pelatihan dan dukungan karyawan.

Kisah ini menjadi pengingat akan pentingnya keseimbangan antara kehidupan kerja dan kesehatan mental. Apakah gaji tinggi sebanding dengan kesehatan dan kebahagiaan kita? Ini menjadi pertanyaan yang patut direnungkan oleh pekerja dan pemberi kerja di mana pun.

(Orbit dari berbagai sumber, 30 Oktober 2025)