Sejarah Publik: Menghubungkan Kembali Masyarakat dengan Akar Identitas

ORBITINDONESIA.COM – Sejarah di Indonesia sering terjebak dalam ruang elitis, jauh dari jangkauan masyarakat. Namun, pendekatan sejarah publik kini menawarkan harapan baru untuk menghidupkan kembali ingatan kolektif bangsa.

Selama beberapa dekade, sejarah di Indonesia kerap terkurung dalam ruang kelas dan seminar akademik. Sejarah diperlakukan sebagai fakta kaku yang harus dihafal, bukan sebagai cermin untuk memahami kehidupan. Akibatnya, banyak orang merasa terasing dari sejarah, menganggapnya tidak relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Sejarah publik menawarkan perspektif baru: sejarah adalah milik semua kalangan, bukan hanya para ahli. Dengan melibatkan masyarakat dalam proses produksi pengetahuan sejarah, kisah masa lalu dapat dihidupkan kembali melalui medium seperti film, teater, dan media sosial. Di Indonesia, yang kaya akan keragaman budaya, pendekatan ini memungkinkan masyarakat mengenali identitas lokal dan menggali kembali memori kolektif.

Penulisan sejarah Indonesia kerap didominasi narasi 'orang besar', menyingkirkan tokoh kecil yang turut membangun bangsa. Sejarah publik hadir untuk menghadirkan kembali suara-suara terpinggirkan dan membuka partisipasi masyarakat dalam menafsirkan masa lalu. Dengan demikian, sejarah menjadi alat refleksi sosial yang menumbuhkan kesadaran dan kemampuan berpikir sejarah.

Sejarah publik bukan sekadar pendekatan baru, melainkan gerakan kultural yang menghidupkan kembali hubungan manusia dengan sejarahnya. Saatnya kita berhenti memandang sejarah sebagai milik segelintir elit. Sejarah harus kembali ke tangan rakyat, menjadi ruang bersama untuk berdialog dan berefleksi. Di tengah budaya instan, sejarah publik adalah jangkar yang meneguhkan kita pada akar dan identitas bangsa.

(Orbit dari berbagai sumber, 9 Oktober 2025)