Silicon Valley dan Budaya Kerja Ekstrem: Kompetisi AI Global
ORBITINDONESIA.COM – Budaya kerja 996 dan 007 kembali mengemuka di Silicon Valley, menggambarkan ketatnya persaingan di sektor AI.
Seiring meningkatnya persaingan global dalam kecerdasan buatan, budaya kerja panjang kembali mengemuka di Silicon Valley. Perusahaan teknologi kini beralih dari fleksibilitas menuju tuntutan kinerja tinggi. Hal ini dipicu oleh persaingan ketat dengan Tiongkok dan kebutuhan akan kecepatan inovasi.
Di Silicon Valley, budaya kerja 996—bekerja dari jam 9 pagi hingga 9 malam enam hari seminggu—dan 007—bekerja 24/7—semakin populer. Tekanan ini berasal dari perlombaan senjata AI yang menekankan kecepatan dan persaingan geopolitik dengan Tiongkok. Bahkan, startup AI kini secara eksplisit mensyaratkan jam kerja minimal 70 jam per minggu dalam lowongan kerja mereka. Penawaran insentif seperti opsi saham ganda dan kenaikan gaji hingga 25% bagi yang mau bekerja dalam pola ini menunjukkan daya tarik dan tekanan struktural yang ada.
Namun, pendekatan ini memiliki konsekuensi serius. Di satu sisi, dapat mempercepat inovasi dan memenangkan persaingan global. Di sisi lain, menimbulkan risiko kesehatan bagi pekerja dan mengikis keseimbangan kerja-hidup. Apakah nilai ekonomi bisa mengalahkan kesejahteraan individu? Ini menjadi dilema yang harus dihadapi industri teknologi.
Budaya kerja panjang sebagai jawaban atas persaingan AI membawa dampak kompleks. Sementara beberapa negara seperti Korea Selatan justru berupaya memangkas jam kerja demi kesejahteraan, Silicon Valley mengambil arah sebaliknya. Apakah pendekatan ini berkelanjutan? Akankah ada titik temu antara inovasi cepat dan kesejahteraan pekerja? Pertanyaan-pertanyaan ini perlu dijawab untuk masa depan yang seimbang.
(Orbit dari berbagai sumber, 6 Oktober 2025)