Jakarta Raih WTP: Transparansi atau Sekadar Formalitas?
ORBITINDONESIA.COM – DKI Jakarta kembali mempertahankan predikat WTP delapan kali berturut-turut. Namun, apakah ini mencerminkan transparansi sebenarnya dalam pengelolaan keuangan?
Dalam delapan tahun terakhir, DKI Jakarta telah konsisten meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK. Prestasi ini dibanggakan sebagai bukti akuntabilitas dan transparansi. Namun, laporan BPK mengungkapkan beberapa masalah yang masih perlu diperbaiki dalam pengelolaan keuangan daerah.
Meski meraih WTP, BPK menemukan bahwa pengoptimalan manajemen pendapatan daerah masih belum memadai. Potensi pendapatan belum sepenuhnya digarap, terutama dalam hal pajak dan retribusi. Selain itu, belanja daerah belum sepenuhnya sesuai ketentuan, dengan temuan pengeluaran yang tidak sesuai kontrak.
Sudut pandang kritis mempertanyakan apakah raihan WTP benar-benar mencerminkan pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel atau hanya sekadar formalitas administratif. Keberlanjutan predikat ini harus dibarengi dengan perbaikan nyata di lapangan, khususnya dalam pengelolaan aset dan pendapatan daerah.
Pencapaian WTP seharusnya menjadi langkah awal, bukan akhir. DKI Jakarta perlu menindaklanjuti rekomendasi BPK dengan serius untuk memastikan pengelolaan keuangan yang lebih baik. Masyarakat juga harus terus mengawasi dan menuntut transparansi sejati dari pemerintah daerah.