Dampak Kebijakan Visa H-1B Terhadap Startup Teknologi

ORBITINDONESIA.COM – Kebijakan baru terkait visa H-1B mengancam keberlangsungan startup kecil di Silicon Valley.

Baru-baru ini, pemerintahan Trump mengumumkan biaya baru sebesar $100,000 untuk visa H-1B. Kebijakan ini memicu kebingungan dan keresahan di kalangan komunitas teknologi, terutama bagi startup yang bergantung pada tenaga kerja internasional.

Esther Crawford dari Meta dan Aaron Levie dari Box mengungkap kekhawatiran mereka. Crawford menyoroti dampak negatif bagi startup kecil, sementara Levie merasa lega setelah mengetahui biaya hanya berlaku sekali untuk pelamar baru. Namun, ketidakpastian tetap ada, terutama bagi startup yang kekurangan dana.

Kritik muncul dari berbagai pihak, termasuk legislator negara bagian seperti Patrick Ahrens. Meski ada seruan untuk menentang kebijakan ini, opsi hukum dan finansial untuk menghadapi tantangan ini sangat terbatas. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai masa depan inovasi di tengah kebijakan imigrasi yang ketat.

Penting bagi pembuat kebijakan untuk menilai kembali dampak kebijakan ini terhadap ekosistem startup. Apakah biaya tinggi menjadi penghalang bagi talenta internasional? Masa depan inovasi mungkin dipertaruhkan jika akses terhadap sumber daya manusia berbakat dibatasi secara drastis.

(Orbit dari berbagai sumber, 26 September 2025)