Menyusutnya Kualitas Membaca: Dampak Era Digital dan Pandemi

ORBITINDONESIA.COM – Hasil tes nasional menunjukkan bahwa skor membaca siswa SMA terendah sejak 1992, menandakan pengaruh negatif dari peningkatan waktu layar dan pandemi.

Data terbaru menunjukkan bahwa siswa SMA mengalami penurunan signifikan dalam kemampuan membaca dan matematika. Ini menjadi perhatian mengingat peran penting kedua kemampuan tersebut dalam pendidikan lanjut dan karier masa depan. Faktor yang diduga berkontribusi adalah peningkatan waktu layar dan gangguan pendidikan selama pandemi.

Penurunan skor membaca dan matematika menunjukkan tren yang memprihatinkan. Studi menunjukkan bahwa waktu layar yang berlebihan dapat mengurangi waktu yang dihabiskan untuk membaca buku atau aktivitas pendidikan lainnya. Selain itu, pandemi mengganggu proses belajar mengajar, mengakibatkan kurangnya interaksi langsung antara guru dan siswa.

Pandemi dan era digital membawa tantangan baru dalam pendidikan. Sementara teknologi menawarkan alat belajar baru, ketergantungan berlebihan dapat mengurangi kualitas pendidikan. Kita harus mencari keseimbangan antara memanfaatkan teknologi dan mempertahankan metode pembelajaran tradisional yang efektif.

Penurunan skor ini mengajak kita merenung: bagaimana kita dapat meningkatkan literasi di era digital? Mungkin perlu adanya kebijakan pendidikan yang lebih adaptif dan dukungan bagi guru serta orang tua untuk mengurangi dampak negatif. Masa depan pendidikan bergantung pada bagaimana kita menanggapi tantangan ini.

(Orbit dari berbagai sumber, 10 September 2025)