Raminten: Sosok Inspiratif di Balik Bisnis Inklusif dan Budaya Jawa
ORBITINDONESIA.COM – Hamzah Sulaiman, lebih dikenal sebagai Raminten, meninggalkan jejak mendalam dalam dunia bisnis dan budaya di Yogyakarta. Kepergiannya pada 23 April 2025 menjadi momen refleksi bagi banyak kalangan.
Keberhasilan Raminten dalam mengelola Hamzah dan Raminten Group menunjukkan perpaduan unik antara bisnis dan budaya. Meskipun berdarah Tionghoa, kecintaannya terhadap budaya Jawa sangat kental. Perannya sebagai Raminten dalam ketoprak televisi lokal menambah daya tarik sosoknya.
Raminten memanfaatkan latar belakang budayanya dalam meraih sukses. Kesuksesan bisnisnya bukan hanya soal keuntungan, tetapi juga bagaimana ia menghadirkan nilai moralitas dalam setiap praktiknya. Slogan 'migunani tumpraping liyan' menjadi landasan etos kerja dan pengabdiannya.
Keterlibatan Raminten dalam seni kabaret menunjukkan keberaniannya melawan arus. Ia memberi ruang bagi kaum minoritas, termasuk LGBT, dalam panggung seni. Hal ini mencerminkan semangat inklusivitas yang jarang ditemukan dalam bisnis konvensional.
Kehidupan Raminten mengajarkan bahwa keberhasilan sejati terletak pada manfaat yang kita berikan kepada orang lain. Bisnisnya bukan sekadar soal keuntungan, tetapi juga keberanian untuk mendobrak batasan budaya dan sosial. Apa yang bisa kita pelajari dari Raminten untuk menciptakan dunia yang lebih inklusif?
(Orbit dari berbagai sumber, 22 Agustus 2025)