DECEMBER 9, 2022
Internasional

Josep Borrell Geram Berulangnya Serangan Ekstremis Sayap Kanan Israel Atas Konvoi Bantuan ke Gaza

image
Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan Josep Borrell. ANTARA/Anadolu/aa.

ORBITINDONESIA.COM - Kepala kebijakan Uni Eropa Josep Borrell pada Selasa, 14 Mei 2024, mengungkapkan kemarahannya atas serangan berulang oleh ekstremis Israel terhadap konvoi bantuan ke Jalur Gaza.

“Saya marah dengan serangan berulang-ulang dan masih belum terkendali yang dilakukan oleh ekstremis Israel terhadap konvoi bantuan dalam perjalanan mereka ke Gaza, termasuk dari Yordania,” kata Josep Borrell di X.

Mengingat situasi kemanusiaan yang mengerikan di Gaza, Josep Borrell mengatakan otoritas Israel harus menghentikan operasi ini dan membuat mereka yang terlibat bertanggung jawab.

Baca Juga: Presiden Turki Erdogan: PM Israel Benjamin Netanyahu Akan Membuat Hitler Iri dengan Metode Genosidanya

Puluhan ekstremis sayap kanan Israel pada Senin, 13 Mei 2024, kembali memblokir truk bantuan di persimpangan Tarqumiya, dan menghancurkan barang-barang penyelamat jiwa, yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Gaza.

Meski mendapat tekanan internasional, pemerintah Israel sangat membatasi masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza, sehingga menyebabkan ratusan ribu warga sipil mengalami kelaparan.

Israel melancarkan serangan brutal di Jalur Gaza sebagai pembalasan atas serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan 1.200 orang.

Baca Juga: Mesir Gabung Afrika Selatan, Ikut Seret Israel ke Mahkamah Internasional Terkait Gugatan Genosida di Gaza

Serangan brutal tersebut telah menewaskan lebih dari 35.100 warga Palestina di Gaza, sebagian besar di antaranya adalah perempuan dan anak-anak, dan lebih dari 79.000 lainnya terluka, menurut otoritas kesehatan Palestina.

Israel dituduh melakukan “genosida” di Mahkamah Internasional, yang telah memerintahkan Tel Aviv untuk memastikan pasukannya tidak melakukan tindakan tersebut dan menjamin bahwa bantuan kemanusiaan diberikan kepada warga sipil di Gaza. ***

Sumber: Antara

Berita Terkait