DECEMBER 9, 2022
Buku

Jualan Kabah dan Kisah-kisah yang Terserak, Buku Benny Benke yang Menceritakan Perjalanan Anggota PPIH

image
Sampul buku Jualan Kabah dan kisah-kisah yang terserak yang mengisahkan perjalanan anggota Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2023 (Antara/HO/Dokumentasi pribadi)

ORBITINDONESIA.COM - Setelah berproses lebih dari sembilan bulan, buku Jualan Kabah, dan Kisah-kisah yang Terserak karya Benny Benke akhirnya dirilis dalam format ibook oleh SiPena iPerpusnas.

Buku setebal xxiv + 279 halaman; berukuran 17,6 x 25 cm itu bercerita tentang kisah perjalanan penulisnya, Benny Benke, saat menjadi anggota Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Media Center Haji (MCH) 2023 bersama awak media seluruh Indonesia, yang difasilitasi Kementerian Agama RI, selama 50 hari.

Menurut  Benny Benke, jurnalis salah satu media di Jawa Tengah itu di Jakarta, Kamis, 4 April 2024, buku ini mengisahkan pengalamannya bersentuhan langsung dengan persoalan penyelenggaraan ibadah haji tahunan. Yakni, saat dirinya bertugas di daerah kerja (Daker) Makkah yang meliputi kota Makkah, Madinah, Taif dan Jeddah.

Baca Juga: Catatan Bawah Tanah, Buku Kumpulan Sajak Fadjroel Rachman yang Ditulis Dalam Penjara Rezim Orde Baru

"Catatan ringan selama 50 hari di Tanah Suci, mengikuti persiapan penyelenggaraan ibadah haji. Yang berisi catatan ringkas dan informal yang diniatkan untuk mencatat pemikiran atau ide secara cepat dan lekas," ujar Benny Benke.

Dari kisah tentang kotbah terakhir Nabi di Padang Arafah yang ternyata nglangut di malam hari, Mina yang memesona, hingga Kabah yang subtil, sampai Madinah yang memerah, hingga Jeddah yang 'wah', dan Taif yang hanif, berdampingan dengan kisah tentang Gua Hira, dan orang-orang yang hilang dan "menolak" ditemukan di Tanah Suci.

Serta sejumlah cerita lainnya, yang bisa dijadikan teman pengantar tidur, bagi  jamaah calon haji sebelum benar-benar menginjakkan kaki di Mekkah dan Madinah demi menunaikan ibadah haji atau umrah.

Baca Juga: Manuel Kaisiepo tentang Buku Kebinekaan dan Kesetaraan Karya Tokoh Pluralisme Trisno S. Sutanto

"Buku ini diharapkan memberikan sedikit urun ilmu kepada pembacanya, syukur-syukur ada suluh di tulisan ini yang mampu memberikan pelita kepada pengasupnya," ujar Kepala Departemen Musik dan Film PWI Pusat itu.

Menteri Agama RI H.Yagut Cholil Qoumas dalam pengantarnya menyatakan, buku tersebut sangat pantas untuk dinikmati.

"Secara ringkas, membaca buah pikir dan rasa Benny seperti mengeja dan membaca persoalan yang galib kita temui di sejumlah penyelenggara ibadah haji dengan segala dinamikanya. Namun disajikan dengan menarik, dan menyenangkan langsung dari orang pertama," katanya.

Baca Juga: Ali Afandi: KAI Dukung Kegiatan Mudik Asyik Baca Buku untuk Tingkatkan Literasi Masyarakat

Sementara Staf Khusus Kemenag RI Bidang Media dan Komunikasi Publik Wibowo Prasetyo menyebutkan membaca Jualan Kabah, dan Kisah-kisah yang Terserak, seperti memasuki taman bermain dengan panduan cara bermain yang mendalam dan komprehensif, sekaligus berani.

PLT Kepala Perpusnas RI Prof E. Aminudin Azis M.A, Ph.D berharap, buku ini bukan sekadar mampu memberikan ajakan kepada masyarakat untuk menguatkan gerakan mencintai literasi digital, tapi sekaligus membangkitkan minat kepada generasi z untuk kembali membaca.

"Membaca apa saja, apalagi pengalaman peristiwa besar seperti ibadah haji dengan persoalannya," katanya.

Baca Juga: Buku Adab di Atas Ilmu, Karya Penting Imam Nawawi Bagi Para Penuntut Ilmu

Dalam waktu dekat, buku ini juga bisa dibaca di iPusnas, masih milik iPerpusnas, Perpusnas Press, Anggota IKAPI. ***
 

Sumber: Antara

Berita Terkait