DECEMBER 9, 2022
Orbit Indonesia

Ironi di Negara Agraris, Warga Riau Pilih Beli Beras dari Thailand karena Lebih Murah

image
Ironi di Negara Agraris, Warga Riau Pilih Beli Beras dari Thailand karena Lebih Murah

ORBITINDONESIA.COM- Sebagai negara agraris, Indonesia harusnya bisa menangani persoalan kebutuhan pangan secara mandiri.

Kendati demikian, warga di Provinsi Riau kini memilih membeli beras dari Thailand karena lebih murah, dibandingkan beras dari dalam negeri.

Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Riau mencatat, merilis harga pangan termasuk beras mengalami kenaikan harga yang signifikan.

Baca Juga: Agung Baster: Kelakuan Selebritis yang Latah Akhirnya Membuat Pemerintah Pusing

Fatmawati salah seorang pedagang bahan pangan di Pasar Dupa Kencana saat ditemui, Rabu (27/9), mengatakan ada beberapa bahan yang mengalami kenaikan sejak sebulan belakangan.

Untuk cabe merah mengalami kenaikan dari yang sebelumnya Rp45 ribu/kg menjadi Rp55 ribu/kg, sedangkan cabe hijau dari Rp40 ribu naik menjadi Rp45 ribu/kg.

Sementara itu, bawang merah justru mengalami penurunan harga dari Rp24 ribu/kg menjadi Rp20 ribu/kg, sedangkan bawang putih tetap di harga Rp38 ribu/kg.

Baca Juga: Buah Jeruk, Limau, Lemon adalah Sumber Potasium Terbaik

Fatma mengaku akibat naiknya beberapa bahan pangan membuat pendapatannya menurun karena jumlah pembeli yang berkurang.

"Biasanya cabe sehari bisa terjual sampai 5kg, sekarang susah. Tapi Sabtu-Minggu lumayan bisa terjual sampai 20kg," akunya.

Fatmawati berharap harga bahan pangan bisa kembali turun dan stabil.

Baca Juga: Perjuangan Christopher Reeve Memperoleh Peran Superman

Ali Nur salah seorang pedagang bahan pokok mengatakan akibat naiknya harga beras sejak dua minggu lalu, masyarakat kini mulai beralih ke beras Bulog yang diimpor dari Thailand dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan beras lokal.

Untuk beras lokal dengan merk Anak Daro naik dari Rp140 ribu menjadi Rp155 ribu per 10kg, sementara beras Bulog hanya Rp60 ribu per 5kg.

"Karena harga beras mahal jadinya stok beras pun sedikit makanya orang lebih banyak beli beras Bulog yang dari Thailand," katanya.

Untuk harga minyak curah turun dari Rp16 ribu menjadi Rp14 ribu per kg. Tidak hanya itu, harga telur juga turun dari Rp500 ribu untuk 10 papan menjadi Rp420 ribu.

Sementara itu gula pasir menjadi bahan yang mengalami kenaikan cukup drastis sejak beberapa hari lalu.

Sebelumnya harga gula pasir dengan berat 50kg dijual Rp670 ribu kemudian naik menjadi Rp730 ribu.***

Berita Terkait