DECEMBER 9, 2022
Orbit Indonesia

Hendra Susanto Badan Pemeriksa Keuangan RI Imbau Gen Z Ikut Teladani Tokoh Pahlawan Nasional Sumatra Barat

image
Anggota VII Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia Hendra Susanto memberikan kuliah umum di Unand, Sumatera Barat


ORBITINDONESIA.COM- Hendra Susanto mengajak generasi muda di Indonesia untuk berani meneladani sikap dari tokoh pahlawan nasional Sumatra Barat.

Hendra Susanto selaku Anggota VII Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia memaparkan banyak hal yang bisa dari tokoh pahlawan nasional mengembangkan kapasitas diri.

Hal tersebut disampaikan Hendra Susanto saat memberikan kuliah umum bagi civitas academica Unand dengan tema "Tacit Knowledge Developing Leadership and Capabilities to Achieve Your Ultimate Goals".

-3Baca Juga: Buya Hamka Kapan Rilis Di Bioskop: Ini Jadwal Tayang, Daftar Pemain Film Dedikasi Seorang Filsuf dan Sastrawan

"Kita baru sebagian kecil mencontoh apa yang dilakukan Bung Hatta, Buya Hamka, Tan Malaka dan lainnya," kata Hendra Susanto di Padang, Sumatra Barat, Selasa.

Pada kesempatan itu, ia mengaku kagum banyaknya tokoh dan pahlawan nasional yang lahir dari Provinsi Sumatra Barat termasuk ikut serta membangun Indonesia.

"Padang ini ternyata banyak melahirkan pahlawan nasional," kata dia.

Baca Juga: AHM Luncurkan Motor Honda Genio BlackPink, Seperti Apa Spesifikasi dan Berapa Harga Jual di Pasaran

Tidak sampai di situ, Hendra juga mengaku kagum dengan sebuah hotel yang didirikan anggota DPR RI Fadli Zon.

Alasannya, hotel tersebut menampilkan sejarah beberapa tokoh dan pahlawan nasional. Misalnya Sutan Sjahrir, Buya Hamka, Tan Malaka dan nama-nama lainnya.

Di hadapan para mahasiswa, anggota VII BPK RI tersebut bergurau jika pada masa sebelum detik-detik Indonesia diproklamasikan, bisa saja Presiden RI pertama berasal dari Sumatra Barat (Ranah Minang).

Baca Juga: Bioskop Trans TV: Colombiana Hadirkan Zoe Saldana Pemeran Avatar sebagai Cataleya Si Gadis Pembunuh Bayaran

Sebab pada saat itu, sambung dia, Tan Malaka diminta untuk membacakan teks Proklamasi.

Tapi, di waktu bersamaan pula Tan Malaka bersembunyi karena sedang dicari dan akan ditangkap.

"Tan Malaka itu harusnya menjadi Presiden, karena dia yang dicari-cari untuk membaca proklamasi. Namun, dia bersembunyi karena dicari dan akan ditangkap," ujarnya.

Baca Juga: Menengok Patung Bunda Maria di Sulawesi Barat, Berhasil Pikat Kunjungan Wisatawan Lokal Bahkan Mancanegara!

Tidak hanya itu, ia juga menyinggung perjalanan hebat dari seorang Buya Hamka yang pada usia tergolong muda sudah berani merantau ke Makkah.

Pada saat itu, Hamka bermimpi untuk mengembangkan pendidikan di Tanah Air ketika kembali dari perantauan.

Ia mengatakan sisi sejarah perjalanan bangsa Indonesia tersebut sengaja ia sampaikan agar setiap anak bangsa berani bermimpi dan berusaha keras untuk mewujudkannya.***

Dapatkan informasi terbaru lainnya dari ORBITINDONESIA.COM di Google News.

Berita Terkait