DECEMBER 9, 2022
Orbit Indonesia

Sering Ngantuk Selama Puasa di Bulan Suci Ramadhan, Wajar Saja Ternyata Ini Penyebabnya

image
Ternyata ini yang jadi penyebab kamu sering merasa ngantuk saat puasa di bulan suci Ramadhan.

ORBITINDONESIA.COM – Menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan adalah sebuah kewajiban bagi seorang Muslim, meski kadang terasa ngantuk sepanjang hari.

Menahan rasa haus dan lapar mungkin tidaklah berat, namun bagaimana dengan menahan rasa ngantuk saat puasa di bulan suci Ramadhan.

Rasa ngantuk di saat kita tengah melakukan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan tentu bukanlah sesuatu yang membahayakan, namun tetap mengganggu bukan.

Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Bulan Puasa Ramadhan 2023 di Wilayah Jakarta dan Sekitarnya

Rasa mengantuk yang seringkali datang saat kita tengah menjalankan ibadah di bulan Ramadhan biasanya disebabkan oleh perubahan ritme sirkadian.

Perubahan ritme sirkadian adalah jam biologis tubuh. Ritme sirkadian sendiri adalah pola kerja organ tubuh manusia yang sudah tersistem dan terpola.

Sebagai sebuah ritme sirkadian, siklus bangun-tidur pada manusia adalah hal yang paling mudah untuk diamati bahkan oleh diri sendiri.

Baca Juga: Desa Wisata Coal di Labuan Bajo NTT Masuk 300 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia

Misalnya, pada malam hari biasanya otak akan memerintahkan tubuh untuk beristirahat sehinga kita bisa tertidur usai beraktivitas di siang hari.

Begitu pula di siang hari, otak akan memerintahkan berbagai organ tubuh agar bekerja maksimal yang akan berakibat pada performa seseorang di siang hari.

Dan pada bulan suci Ramadhan, kaum Muslim diwajibkan untuk berpuasa di siang hari dan mengubahnya menjadi sahur di waktu sepertiga malam.

Baca Juga: Yusril Ihza Mahendra Khawatir Larangan Pejabat Negara Berbuka Puasa Bersama Jadi Alat Sudutkan Jokowi

Hal ini tentu akan berdampak pada perubahan pola tidur manusia pada umumnya, dan inilah salah satu penyebab kita sering merasa ngantuk di siang hari.

Pada bulan Ramadan, umat Islam sering kali menunda jam tidurnya agar memiliki waktu lebih untuk makan, minum, bercengkrama, dan melakukan aktivitas lainnya di malam hari.

Selain itu, di bulan puasa juga terdapat ibadah tarawih yang dapat menambah penangguhan jam tidur bagi sebagian orang.

Baca Juga: Beginilah Ketentuannya Berbuka di Atas Kereta Commuter Jabodetabek dan Yogjakarta-Solo

Kebiasaan makan dan ngemil di malam selama puasa, juga aktivitas fisik atau olahraga, dapat meningkatkan suhu inti tubuh yang berujung pada gangguan tidur di malam hari.

Berdasarkan penelitian, menunjukkan bahwa rata-rata terdapat penundaan waktu tidur selama satu jam di bulan puasa.

Karenanya jam tidur berkurang sebanyak 30-60 menit yang pada akhirnya menyebabkan orang yang berpuasa mengantuk di siang hari.

Baca Juga: Bupati Manokwari Hermus Indou Larang Hiburan Malam Operasi Selama Ramadhan

Pemeriksaan menggunakan EEG-based Multiple Sleep Latency Test menunjukkan bahwa rasa kantuk terutama dirasakan di jam 14:00 sampai 16:00 pada orang yang berpuasa.

Ini menyebabkan peningkatan frekuensi tidur siang sampai tiga kali lipat di bulan ramadan, walaupun kondisi ini biasanya kembali normal dalam 15 hari setelah berpuasa.***

Dapatkan beragam informasi dan artikel lainnya dari OrbitIndonesia.com di Google News.

Berita Terkait