Menuju Musda SATUPENA Sumbar - 1 November 2026
ORBITINDONESIA.COM - Satu November 2026 adalah momen penting dalam membangun organisasi. Musyawarah Daerah SATUPENA Sumbar. Tugasnya memilih ketua, mempertanggungjawabkan amanah, dan menyusun program ke depan.
Jika boleh flashback, dari awal saya sudah mengatakan: saya akan menjadi Ketua SATUPENA Sumbar hanya satu tahun, meski periodenya lima tahun.
Pertimbangannya sederhana, saya sudah sepuh. Usia saya hampir 70 tahun. Saya katakan itu bukan untuk dikasihani, tapi untuk menyadarkan diri sendiri.
Saat itu kami sepakat, para Wakil Ketua akan menjalankan organisasi bergiliran, masing-masing satu tahun. Saya di tahun pertama sebagai penggerak awal, kemudian yang muda-muda melanjutkan. Saya tetap mendampingi sesuai masa jabatan.
Ternyata dalam perjalanan, para Wakil Ketua meninggalkan saya dengan alasan masing-masing. Tinggallah saya bersama Yurnaldi Paduka Raja. Berdua saja. He he...
Tetapi kemudian Yurnaldi Paduka Raja mengusulkan nama Bagindo Armaidi sebagai sekretaris pengganti. Alhamdulillah saya bersyukur dengan mendapatkan sekretaris yang mumpuni, taat beribadah dan sangat disiplin.
Dan yang paling penting pak sek, demikian saya memanggilnya sangat memahami karakter saya yang keras bahkan marah. Padahal ilmunya jauh lebih tinggi dari saya. Alhamdulillah.
Akhirnya, saya tetap memegang amanah 5 tahun dengan segudang program literasi terutama sastra, bahasa dan budaya. Kepercayaan yang diberikan Denny JA lewat Anwar Putra Bayu harus saya jaga.
Banyak yang bertanya, dan ini pertanyaan paling jujur yang sering saya dapat: Kenapa orang mau berorganisasi? Kenapa harus mau jadi ketua?
Jawaban saya sederhana saja. "Orang berorganisasi bukan karena dia kuat, tapi karena dia sadar dia tidak bisa sendiri."
Saya bisa menulis buku sendiri. Tapi saya tidak bisa menjaga kebudayaan Minang sendiri. Tidak bisa menjaga literasi Sumatra Barat sendiri. Itu butuh rumah besar. Namanya organisasi. Mandiri berkarya, tampil berkolaborasi adalah keniscayaan.
Lalu kenapa harus mau jadi ketua? Apa manfaatnya?
Kalau mencari manfaat materi, tidak ada. Jabatan di SatuPena tidak ada gaji, tidak ada mobil dinas.
Manfaatnya justru di dalam:
1. Bagi diri sendiri:
Belajar menunduk. Menjadi ketua itu bukan jadi yang paling tinggi suaranya, tapi jadi yang paling terakhir bicara untuk memutuskan dengan tegas. Jika sudah diputuskan, saya tak ingin ditawar lagi, kecuali ada hal mendasar yang membuat itu harus berubah.
Itu yang membuat banyak orang berseberangan dengan saya. Bagi saya, menjaga komitmen adalah hal penting. Loyal pada organisasi yang representasinya adalah ketua, itu lebih penting lagi. Sementara bagi sebagian orang, hal itu dianggap biasa. Tidak berkomitmen, tidak amanah, tidak disiplin dan tidak jujur. Intinya: tidak berintegritas. Bagi saya itu adalah hal dasar yang tidak bisa ditawar.
Saya belajar mendengar penulis muda maupun senior dari berbagai lapisan, mendengar penulis dari Mentawai, mendengar cerpenis dari Padang dan daerah lain. Semua bersemangat dan banyak yang bagus-bagus, tapi tak mempunyai cukup akses untuk lebih berkembang. Organisasi adalah wadahnya, bagi yang mau mengambil hikmah.
2. Bagi masyarakat:
Supaya penulis tidak kesepian.
SATUPENA itu bukan kumpulan ketua. Ketua cukup satu. Ada yang mengatur, ada yang diatur. Bayangkan jika semua ingin mengatur, itu bukan organisasi yang berstruktur. Silakan jadi penulis hebat sendiri, terkenal sendiri bahkan menghasilkan uang sendiri-sendiri. Tapi di organisasi, menjadi ketua harus punya keberanian mengatur orang agar kapasitas diri masing-masing meningkat sesuai potensinya. Mengorbankan perasaan, waktu, tenaga, pikiran dan bahkan dana.
SatuPena itu dapur. Tempat kita saling berbagi api. Kalau satu padam, yang lain menyalakan. Tugas kita bukan membesarkan nama ketua, tapi membesarkan panggung untuk semua. Agar anak-anak kita nanti masih menemukan buku tentang surau, tentang adat budaya, tentang kuliner, tentang Sato Sakaki, yang ditulis oleh anggota SATUPENA Sumatra Barat sendiri.
Jadi apa yang diharapkan dari Musda ini?
Semoga tanggal Satu November 2026 nanti telah terpilih ketua baru, yang akan mengguncang dunia.
Salah satu program yang harus terus kita kawal adalah IMLF - Internasional Minangkabau Literacy Festival, yang ide awalnya dari Yayasan Sumbar Talenta Indonesia. Dan terus berkembang. Semoga lima tahun ke depan semakin berkembang.
Tidak banyak yang saya harapkan dari diri saya sebagai Ketua. Hanya satu: jangan jadi atap yang membatasi langit. Jadilah lantai yang membuat orang lain berani berdiri lebih tinggi dari saya.
Mohon doa dari semua kawan-kawan.
Siapa pun terpilih harus kita dukung bersama.
Padang, 18 September 2026
Sastri Bakry
Ketua SATUPENA Sumatra Barat 2022- 2026