Lonjakan Kunjungan UGD Akibat Gigitan Kutu di AS Timur Laut

ORBITINDONESIA.COM – Kasus kunjungan ruang gawat darurat (UGD) karena gigitan kutu di wilayah timur laut Amerika Serikat melonjak tajam, mencapai tingkat tertinggi dalam satu dekade terakhir.

Data dari Centers for Disease Control and Prevention menunjukkan peningkatan signifikan dalam kunjungan UGD untuk gigitan kutu, terutama di wilayah dari Maine hingga Virginia. Peningkatan ini paling terasa pada pertengahan April, dengan dua kali lipat lebih banyak orang mencari perawatan darurat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Para ahli khawatir musim kutu mungkin mulai lebih awal dan lebih intens, meningkatkan paparan penyakit Lyme dan patogen berbahaya lainnya. Data dari laboratorium pengujian kutu di Universitas Upstate Medical di Syracuse memprediksi musim kutu yang berat berdasarkan volume pengiriman kutu yang diterima.

Dr. Arthur Gran dari Troy Infectious Disease berpendapat bahwa tidak semua kunjungan UGD diperlukan. Sementara Dr. Danielle Wales menunjukkan bahwa peningkatan kunjungan mungkin terkait dengan penyakit seperti anaplasmosis dan babesiosis. Hal ini menunjukkan perlunya edukasi lebih lanjut tentang kapan harus mencari perawatan medis.

Peningkatan kasus gigitan kutu menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada, terutama dengan risiko infeksi dari kutu nymph yang sulit terlihat. Perubahan iklim dan faktor lingkungan lainnya berkontribusi pada peningkatan populasi kutu. Perlindungan diri saat beraktivitas di luar ruangan adalah langkah penting dalam mengurangi risiko. Jika Anda tinggal di wilayah yang rawan, tetap waspada adalah kunci.

(Orbit dari berbagai sumber, 10 Mei 2026)