Iran dan AS: Ketegangan Memuncak di Selat Hormuz

ORBITINDONESIA.COM – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas dengan ancaman terbaru dari Teheran yang menyebut akan menjadikan Selat Hormuz sebagai kuburan kapal induk AS.

Krisis ini berawal dari meningkatnya ketegangan setelah AS dan Israel melakukan serangan udara terhadap Iran pada Februari 2026, yang memicu blokade oleh Washington terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Selat Hormuz adalah jalur penting distribusi minyak dunia, dan setiap gangguan di wilayah ini dapat mempengaruhi ekonomi global. Ancaman Iran untuk menutup selat ini merupakan langkah strategis yang dapat memperburuk situasi ekonomi global, mengingat lebih dari 20% minyak dunia melewati jalur ini.

Mohsen Rezaee menyamakan pasukan AS dengan bajak laut, sebuah retorika yang digunakan untuk meningkatkan semangat nasional di dalam negeri. Di sisi lain, pernyataan Trump yang membanggakan aksi militer AS sebagai 'bajak laut' tampaknya memperlihatkan sikap agresif dan meremehkan terhadap ancaman Iran.

Ketegangan ini membuka pertanyaan tentang bagaimana komunitas internasional harus menanggapi situasi di Selat Hormuz yang semakin genting. Apakah diplomasi masih menjadi jalan keluar, atau kita akan melihat eskalasi lebih lanjut di perairan yang menjadi nadi energi dunia ini?

(Orbit dari berbagai sumber, 8 Mei 2026)