Pengerukan Kuala Aceh: Desakan Mendesak di Tengah Ancaman Bencana
ORBITINDONESIA.COM – Gubernur Aceh Muzakir Manaf menuntut Kementerian Kelautan dan Perikanan segera menangani pengerukan kuala yang tertunda sejak banjir besar November 2025.
Pengerukan kuala di Aceh mendesak dilakukan pascabanjir besar yang menyebabkan pendangkalan parah. Nelayan kesulitan melaut karena harus menunggu pasang surut air. Keterlambatan penanganan ini mengancam kehidupan ribuan keluarga pesisir yang bergantung pada laut.
Keterlibatan KKP sangat diperlukan untuk percepatan pengerukan kuala. Mualem telah berupaya mendapatkan izin dari pusat, namun hasilnya belum memadai. Jika tidak segera ditangani, risiko banjir berulang akan menghantui Aceh. Kondisi kuala yang dangkal menahan aliran air, memicu genangan saat curah hujan tinggi.
Mualem merasa Aceh diperlakukan seperti anak tiri oleh pemerintah pusat. Desakan langsung kepada KKP dianggap solusi terbaik. Samsul Bahri dari DKP Aceh menekankan pentingnya pembuatan jeti bersamaan dengan pengerukan untuk mencegah sedimentasi kembali terjadi dalam waktu singkat.
Pengerukan kuala Aceh adalah isu krusial yang memerlukan perhatian serius dari pemerintah pusat. Apakah pusat akan merespons desakan ini sebelum bencana datang kembali? Langkah nyata harus segera diambil agar masyarakat pesisir tidak terus menjadi korban kebijakan yang lamban.