IHSG dalam Bayang Stagflasi dan Geopolitik: Ancaman atau Peluang?
ORBITINDONESIA.COM – IHSG memulai pekan ini dengan fase bertahan di tengah ketidakpastian global dan domestik. Pelaku pasar waspada, menyikapi lonjakan harga minyak akibat konflik AS-Iran dan isu kepemilikan saham terkonsentrasi.
IHSG dibuka di zona merah, mengisyaratkan kehati-hatian investor. Perdagangan sesi I menunjukkan pelemahan signifikan, seiring dengan sentimen negatif dari luar dan dalam negeri.
Kondisi global seperti eskalasi konflik AS-Iran memicu kenaikan harga minyak, menambah ketidakpastian. Sentimen domestik dari rilis daftar saham HSC menambah tekanan, dengan sembilan perusahaan besar teridentifikasi memiliki kepemilikan terkonsentrasi.
Menurut Hendra Wardana dan David Kurniawan, langkah defensif investor dalam situasi ini adalah wajar. Namun, mereka juga menyoroti peluang pada saham dengan fundamental kuat dan sektor yang mendapat dorongan positif, seperti CPO.
Pemerintah harus bijak mengelola kebijakan agar tidak memperparah tekanan ekonomi. Di tengah tantangan ini, investor harus cerdas memilih strategi, memanfaatkan momentum koreksi untuk trading jangka pendek. Bagaimana kita menavigasi pasar yang bergejolak ini?
(Orbit dari berbagai sumber, 7 April 2026)