Kultur Organisasi: Kunci Sukses atau Penghalang Strategi?
ORBITINDONESIA.COM – Sebuah kejadian sederhana di kantor baru menunjukkan kekuatan kultur organisasi yang sebenarnya.
Perubahan strategi seringkali gagal jika budaya organisasi tidak ikut berevolusi. Meskipun fisik kantor berubah, kebiasaan lama tetap ada.
Riset Kotter dan Heskett menunjukkan bahwa budaya yang selaras dengan strategi dapat meningkatkan kinerja ekonomi jangka panjang. Namun, banyak organisasi memiliki subkultur yang berbeda, yang dapat menghambat keselarasan strategis.
Budaya organisasi harus dilihat sebagai aset strategis. Tanpa perubahan budaya, strategi baru hanya akan menjadi rencana di atas kertas.
Penting bagi pemimpin untuk mengukur budaya organisasi dengan cermat. Tanpa perubahan budaya, arah baru organisasi mungkin tidak akan pernah tercapai. (Orbit dari berbagai sumber, 5 April 2026)