Trump Pertimbangkan Perombakan Kabinet di Tengah Krisis Iran

ORBITINDONESIA.COM – Ketidakpuasan Presiden AS Donald Trump terhadap dampak politik perang dengan Iran memicu pertimbangan perombakan kabinet yang lebih luas, khususnya setelah pemecatan Jaksa Agung Pam Bondi.

Pertempuran politik yang dihadapi Gedung Putih semakin sengit dengan meningkatnya harga bahan bakar dan penurunan peringkat persetujuan Trump. Perang lima minggu dengan Iran ini memperburuk kecemasan Partai Republik menjelang pemilihan paruh waktu November mendatang.

Pidato Trump yang bertujuan untuk menunjukkan kontrol terhadap perang justru tidak berhasil. Pertimbangan perombakan kabinet ini bisa menjadi upaya untuk mereset strategi politiknya. Beberapa pejabat seperti Direktur Intelijen Nasional Tulsi Gabbard dan Menteri Perdagangan Howard Lutnick berada di posisi berbahaya.

Kemungkinan perombakan ini mencerminkan keresahan Trump terhadap pemberitaan media yang dianggap tidak adil. Meski demikian, dia tetap enggan mengubah strategi pesanannya. Dukungan inti pendukung Trump terhadap perang ini masih ada, meski mereka merasakan dampak ekonomi yang berat.

Perubahan kabinet bisa menjadi langkah yang berani sekaligus berisiko bagi Trump. Apakah langkah ini akan memperbaiki posisi politiknya atau justru memperburuk situasi, hanya waktu yang akan menjawab. Satu hal yang pasti, perubahan ini tidak akan menjadi yang terakhir dalam upaya Trump mempertahankan kekuasaannya.