Harga Minyak Melonjak Usai Pernyataan Trump Soal Konflik Iran
ORBITINDONESIA.COM – Pasar saham terguncang pada Kamis saat harga minyak melonjak setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa konflik Iran akan berlanjut selama beberapa minggu ke depan.
Ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, khususnya terkait konflik antara AS dan Iran, telah mempengaruhi pasar global. Pernyataan Trump tentang potensi serangan keras terhadap Iran menaikkan harga minyak dan memicu volatilitas pasar saham.
Indeks utama seperti Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq Composite mengalami fluktuasi tajam. Pada saat terendah, Dow turun lebih dari 600 poin. Harga minyak mentah WTI naik 11,41% menjadi $111,54 per barel, tertinggi sejak Juni 2022.
Analisis menunjukkan bahwa investor bereaksi berlebihan terhadap berita geopolitik. Volatilitas tinggi mencerminkan ketidakpastian pasar dan kekhawatiran akan dampak ekonomi yang berkepanjangan. Ketergantungan AS pada helium, alih-alih minyak, menambah dimensi baru pada situasi ini.
Ketegangan di Timur Tengah menimbulkan pertanyaan tentang stabilitas harga energi dan dampak jangka panjangnya terhadap ekonomi global. Apakah ini akan menjadi pengingat bagi dunia untuk mengurangi ketergantungan pada sumber daya yang bergejolak?
(Orbit dari berbagai sumber, 3 April 2026)