Ekonomi AS Terpuruk: Pengangguran Naik dan Harga Gas Melonjak
ORBITINDONESIA.COM – Di tengah janji Presiden Donald Trump tentang kemakmuran ekonomi, AS justru menghadapi gelombang PHK dan kenaikan harga bensin yang mengkhawatirkan.
Presiden Trump sebelumnya menjanjikan tahun 2026 sebagai puncak pertumbuhan ekonomi AS. Namun, kenyataan menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara prediksi dan hasil aktual. Ini bisa mempengaruhi pemilihan paruh waktu mendatang.
Data terbaru menunjukkan penurunan lapangan kerja sebesar 92.000 di bulan Februari. Harga bensin naik 19% dalam sebulan terakhir, mencapai rata-rata nasional $3,45 per galon. Indeks saham Dow Jones juga turun 5% dalam sebulan terakhir.
Kebijakan ekonomi Trump, termasuk tarif dan ketegangan dengan Iran, membebani pertumbuhan. Meskipun produktivitas meningkat, manfaatnya belum terasa oleh pekerja dalam bentuk upah yang lebih tinggi.
Saat AS menghadapi tantangan ekonomi yang tidak terduga, penting untuk mempertimbangkan langkah-langkah kebijakan yang lebih tangguh dan inklusif. Apakah janji kemakmuran Trump bisa terwujud di tengah dinamika global yang terus berubah?