Peningkatan Nilai dan Tantangan Konsultan Keuangan di Era Kekurangan Talent
ORBITINDONESIA.COM – Di tengah kekurangan konsultan keuangan, program pelatihan bertingkat menjadi kunci masa depan profesi ini. Dua AFSL besar berbagi strategi mereka untuk mendukung generasi baru konsultan dalam tahun-tahun awal karier.
Sejak keluarnya perbankan dari industri pada 2019, profesi konsultan keuangan mengalami penurunan signifikan. Dengan hanya 15,141 individu terdaftar, persaingan untuk menarik dan mempertahankan talenta menjadi semakin ketat. Padua Wealth Data melaporkan kehilangan bersih 400 konsultan pada 2025, menyoroti urgensi situasi ini.
Program pelatihan bertingkat, seperti Morgans Academy, bertujuan mendukung konsultan dari tahap awal hingga berpengalaman. Morgans Financial, dengan 433 konsultan, memanfaatkan pendekatan ini untuk mendorong pertumbuhan 20% lulusan tahunan. Sementara itu, Ord Minnett dengan 270 konsultan, melaporkan peningkatan signifikan dalam partisipasi program pelatihan profesional mereka.
Program pelatihan berkelanjutan mengatasi tantangan utama yang diidentifikasi oleh perekrut. Tanpa jalur karier yang jelas, banyak konsultan meninggalkan tempat mereka memulai. Namun, investasi jutaan dolar dalam pelatihan ini dianggap penting untuk pertumbuhan jangka panjang dan mengatasi kekurangan talent dalam industri.
Di tengah tantangan industri, pelatihan bertingkat menjadi solusi strategis. Namun, pertanyaan tetap: apakah investasi ini cukup untuk mengubah tren? Masa depan profesi ini bergantung pada bagaimana organisasi menanggapi dinamika persaingan dan kebutuhan konsultan baru.
(Orbit dari berbagai sumber, 9 Maret 2026)