Pasar Saham Global Tertekan Krisis Timur Tengah dan Lonjakan Minyak

ORBITINDONESIA.COM – Pasar saham AS dan Eropa mengalami penurunan tajam akibat konflik di Timur Tengah dan melonjaknya harga minyak. Faktor-faktor ini memicu ketidakstabilan ekonomi global yang mengkhawatirkan.

Krisis geopolitik antara AS dan Iran telah menimbulkan kekhawatiran akan pasokan energi global, mendorong harga minyak ke level tertinggi dalam beberapa dekade. Di tengah situasi ini, data ketenagakerjaan AS yang mengecewakan menambah tekanan bagi pasar saham.

Harga minyak melonjak hingga US$90 per barel, menandai kenaikan 35% dalam satu pekan. Ketidakpastian dari perang AS-Iran memperburuk sentimen pasar, sementara data ketenagakerjaan AS menunjukkan penurunan, dengan nonfarm payrolls turun 92.000 pada Februari.

Kondisi ini menimbulkan potensi risiko stagflasi, di mana pertumbuhan ekonomi melambat tetapi inflasi meningkat. Para ahli menyarankan bahwa Federal Reserve menghadapi dilema kebijakan moneter di tengah lonjakan harga energi dan ketidakpastian geopolitik yang tinggi.

Situasi pasar global saat ini mengingatkan kita pada tantangan ekonomi yang kompleks dan saling terkait. Bagaimana keputusan kebijakan ekonomi akan mempengaruhi pasar dalam jangka panjang? Ini adalah pertanyaan yang harus kita renungkan.

(Orbit dari berbagai sumber, 9 Maret 2026)