Curving Relationship: Fenomena Baru di Media Sosial yang Mengancam Kesehatan Mental
ORBITINDONESIA.COM – Dalam era digital, istilah curving relationship semakin populer di kalangan generasi muda, menimbulkan dampak psikologis yang signifikan.
Curving relationship adalah fenomena di mana seseorang tetap merespons komunikasi tanpa memberikan kejelasan, berbeda dengan ghosting yang menghilang sepenuhnya.
RSUD Subang mengidentifikasi ciri-ciri curving, seperti balasan pesan yang lama, jawaban singkat, dan alasan kesibukan tanpa jadwal pengganti. Ini dapat memicu overthinking dan kecemasan.
Data menunjukkan meningkatnya kasus konsultasi terkait hubungan tanpa kepastian di Poliklinik Psikologi RSUD Subang.
Curving relationship sering dianggap sebagai bentuk manipulasi emosional yang merugikan pihak lain. Hal ini seharusnya menjadi perhatian serius karena dampaknya pada kesehatan mental.
Ketidakpastian dalam hubungan dapat melemahkan fondasi kesehatan mental. Masyarakat harus lebih peka dan berani mencari bantuan profesional bila diperlukan. Apakah kita siap menghadapi dampak hubungan digital yang semakin kompleks?
(Orbit dari berbagai sumber, 3 Maret 2026)