Pasar Kripto Terpukul: Bitcoin dan Ethereum Rontok
ORBITINDONESIA.COM – Pasar kripto mengalami guncangan besar pada Sabtu pagi, dengan Bitcoin dan Ethereum memimpin penurunan tajam di tengah tekanan ekonomi global.
Penurunan ini terjadi ketika tekanan makroekonomi global meningkat, dipicu oleh lonjakan inflasi produsen AS dan ketegangan geopolitik yang membuat investor menghindari aset berisiko. Harga Bitcoin jatuh 3,33% ke US$ 65.229, sementara Ethereum merosot 6,41% ke US$ 1.903.
Data dari CoinMarketCap menunjukkan kapitalisasi pasar kripto global turun 2,79% menjadi US$ 2,26 triliun. Indeks CoinDesk 20 yang mencerminkan 20 aset kripto terbesar juga turun 3,52%. Saham terkait kripto seperti Strategy dan Coinbase ikut terkoreksi, mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap inflasi dan ketegangan geopolitik.
Pelemahan ini mencerminkan kerentanan pasar kripto terhadap kondisi ekonomi makro. Ketidakpastian geopolitik antara AS dan Iran menambah tekanan, membuat investor memilih aset yang lebih aman seperti emas. Ini menunjukkan bahwa meskipun kripto menawarkan peluang besar, risikonya tetap signifikan.
Dengan volatilitas yang tinggi dan faktor eksternal yang mempengaruhi, masa depan kripto tetap tidak pasti. Investor harus mempertimbangkan risiko dan potensi imbal hasil sebelum terjun lebih dalam ke pasar ini. Apakah kripto akan pulih atau terus merosot? Hanya waktu yang bisa menjawab.
(Orbit dari berbagai sumber, 1 Maret 2026)